logo


Dahlan Iskan Jelaskan soal Rapuhnya Sutet yang Disenggol Pohon Sengon

Dahlan mengatakan bahwa dulu ada patroli yang mengawasi jalur sutet dan melihat ada tidaknya gangguan

7 Agustus 2019 14:58 WIB

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan.
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Tempo

Lanjutnya, Dahlan menjelaskan soal korsleting terjadi di Semarang namun listrik yang pada di Jakarta dan Jabar.

"Orang Jakarta itu makan listriknya paling besar. Apalagi ditambah daerah industri sekitarnya: Tangerang, Bogor, Bekasi, Karawang. Padahal pembangkit listrik terbesarnya ada di Jatim. Di Paiton," jelasnya.

"Maka harus ada pengiriman listrik dalam jumlah besar. Dari Jatim ke Jakarta. Sekitar 3000 MW. Tepatnya saya sudah lupa. Listrik sebesar itu hanya bisa dikirim lewat SUTET yang tegangannya 500 kVA. Ibarat kirim air, selangnya harus sangat besar," sambungnya.


Black Out Listrik, Adjeng: Bukti Ada Kelemahan di Sistem Kelistrikan Kita

Dahlan mengatakan bahwa dulu ada patroli yang mengawasi jalur sutet dan melihat ada tidaknya gangguan di sekitar tiang, apalagi pohon tumbuh.

"Kian tinggi tegangannya kian luas medan magnetnya. Karena itu harus ada sempadan yang lebar. Di sepanjang jalur SUTET tidak boleh ada tanaman tinggi. Dalam istilah listrik sempadan itu disebut ROW --Right of Way," ujarnya.

"Dulu selalu ada patroli. Yang mengawasi ROW itu --apakah mulai ada gejala pohon yang mengganggu. Tidak harus tiap hari. Pohon tidak bisa mendadak tinggi," kata Dahlan.

Dahlan mempertanyakan mengenai anggaran patroli apakah saat ini masih ada atau tidak. Atau sebaliknya, patroli masih dilakukan, hanya tidak ada anggaran penebangan pohon.

Pohon Sengon Penyebab Mati Listrik Massal, Dahlan Iskan: Perlu Diabadikan Sebagai Monumen

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex