logo


Eks HTI Minta Jokowi Mundur, Ruhut: Kita Harus Waspada Terus

Ruhut Sitompul mendukung aparat keamanan untuk waspada dengan gerakan ekstrim

7 Agustus 2019 13:21 WIB

Ruhut Sitompul.
Ruhut Sitompul. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto, melontarkan kritikan terkait peristiwa listrik mati di kawasan Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat. Bahkan, Ismail meminta Presiden Joko Widodo mundur dari jabatannya.

Melihat mantan anggota HTI masih bersuara meski sudah dibubarkan, Ruhut Sitompul mendukung aparat keamanan untuk waspada dengan gerakan ekstrim.

"Ismail Yusanto Eks Jubir HTI minta Pak Jokowi mundur dari Jabatannya Presiden RI karena matinya Listrik PLN, sudah dibubarkan saja HTI nya masih Ngebacot karena itu wajar kalau Kita harus waspada terusssssss melihat Gerakan Para Ekstrim Kanan & Kiri dan dukung TNI-POLRI MERDEKA," ujar Ruhut seperti dilansir Jitunews dari akun Twitternya, Rabu (7/8).


Jokowi Ungkap Ada Kerugian Ratusan Triliun Rupiah! Ada Apa?

Sebelumnya, Ismail menganggap Jokowi gagal dalam mengelola negara dengan adanya peristiwa listrik mati massal. Ismail meminta Jokowi mundur dari jabatannya.

"Di negara lain kalau sampai padam (listrik) segini lama, bukan hanya menterinya, presidennya juga mengundurkan diri," ucap Ismail usai menghadiri acara Ijtimak Ulama dan Tokoh IV di Hotel Lorin, Sentul, Jawa Barat, Senin (5/8).

Menurutnya, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bukan pihak yang salah dalam peristiwa tersebut.

"Permintaan maaf hanya dari PLN, padahal PLN di bawah presiden," ucap Ismail.

 

Ajakan FPI untuk Berdialog dengan Jokowi Ditolak, Ruhut: 100 untuk Pemerintah RI

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata