logo


Usulan NKRI Syariah Ditolak, Ijtimak Ulama: Kok Tiba-tiba Kebakaran Jenggot?

Bernard menyarankan Moeldoko untuk fokus mengurus negara

7 Agustus 2019 09:37 WIB

Ustadz Bernard Abdul Jabbar
Ustadz Bernard Abdul Jabbar panjimas.com

"Kenapa kalau kita ingin menegakkan syariat Islam? Tidak boleh? Kenapa? Kita sebagai seorang muslim harusnya patuh dan tunduk pada syariah. Syariah itu tidak melanggar konstitusi. Kan disebutkan dalam Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan, musyawarah, keadilan itu semua kan ada dalam syariat," ujar Bernard.

"Nggak ada yang salah dari syariat itu, cuma kitanya ada yang kadang kebakaran jenggot ketika mendengar ada kata syariat. Semua kan sudah berjalan, harusnya dilarang juga itu, perbankan syariah, ekonomi syariah, bank syariah, hotel syariah, harusnya dilarang kalau tidak boleh. Kenapa kok orang bicara syariat kok tiba-tiba kebakaran jenggot?" sambung Bernard.

Sebelumnya, Moeldoko mengatakan bahwa Indonesia bukanlah negara Islam. Ia menegaskan bahwa Indonesia bukanlah negara berdasarkan ijtimak ulama tapi negara hukum.


Soal NKRI Syariah dan Sistem Khilafah, PPP: Tidak Boleh Diotak-atik

"Begini, negara kita ini kan bukan negara Islam. Negara kita ini negara... sudah jelas ideologinya, ideologi lain nggak bisa dikembangkan di sini. Sepanjang itu berlawanan dengan ideologi Pancasila, ya harus dilawan," kata Moeldoko di Istana Negara, Selasa (6/8).

"Saya sudah mengatakan, negara ini bukan negara ijtimak, gitu loh. Aturannya sudah jelas, negara ini adalah negara hukum, ada konstitusi, UUD 45, ada UU, ada perpres, ya sudah ikuti, apalagi," tegas Moeldoko.

Usulan NKRI Syariah, Moeldoko: Negara Ini Bukan Negara Ijtimak

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata