logo


Usulan NKRI Syariah Ditolak, Ijtimak Ulama: Kok Tiba-tiba Kebakaran Jenggot?

Bernard menyarankan Moeldoko untuk fokus mengurus negara

7 Agustus 2019 09:37 WIB

Ustadz Bernard Abdul Jabbar
Ustadz Bernard Abdul Jabbar panjimas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengatakan bahwa Indonesia bukanlah negara berdasarkan Ijtimak Ulama. Hal tersebut menanggapi usulan Ijtimak Ulama IV soal NKRI syariah.

Mendengar hal itu, steering committee Ijtimak Ulama IV, Ustaz Bernard Abdul Jabbar, mengaku tidak masalah dengan sikap pemerintah tersebut.

"Biarin aja orang nggak ada urusan sama Pak Moeldoko. Mau ngomong apa ya terserah, emang kita pikiran, biarin aja. Itu kan hak kita warga negara, musyawarah itu dilindungi undang-undang," kata Bernard, Selasa (6/8).


Soal NKRI Syariah dan Sistem Khilafah, PPP: Tidak Boleh Diotak-atik

Bernard menyarankan Moeldoko untuk fokus mengurus negara. Menurutnya, kegiatan Ijtimak adalah haknya sebagai warga negara.

"Urusin saja masing-masing punya kerjaan. Itu hak warga negara, konstitusional, dilindungi undang-undang untuk berijtimak, bermusyawarah, artinya tidak dilarang oleh undang-undang itu haknya. Kenapa harus kemudian nyinyir terhadap apa yang dilakukan para ulama ketika berijtimak," ucapnya.

Ia lalu mempertanyakan mengapa pemerintah menolak penegakan syariah di Indonesia, padahal ada bank hingga hotel syariah yang didirikan.

Usulan NKRI Syariah, Moeldoko: Negara Ini Bukan Negara Ijtimak

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata