logo


FPI Ingin Perkuat Uang Dinar di Indonesia, Netizen Bilang, "Kuasai Dulu DPR, Ubah Undang-undangnya"

"Kenapa giliran kami ingin menyatukan dengan mata uang Dinar untuk mata uang di negara mayoritas muslim jadi dipermasalahkan?"

7 Agustus 2019 06:30 WIB

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif
Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Ma'arif mengatakan bahwa sistem khilafah yang ingin ia terapkan di Indonesia adalah khilafah rubuah yang ia jelaskan dalam 10 poin.

Menurutnya, salah satu poinnya adalah ingin memperkuat mata uang Dinar di Indonesia.

Baca Juga: Amankan Pengedar Narkoba, Kepolisian Temukan 10 Kg Sabu


Klaim Itjima Ulama Penyebab Tingginya Partisipasi Rakyat di Pemilu 2019, Netizen ke HRS, "Anda Salah!!"

Ijtima Ulama Ingin Terapkan NKRI Bersyariah, Moeldoko Tegas, "Harus Dilawan"

"Kemarin kan kami jelaskan dalam 10 poin itu (khilafah nubuah). Bahwa yang dimaksud dengan kami ingin ada khilafah nubuah itu, pertaa kami ingin memperkuat organisasi Islam, OKI. Bahwa yang dimaksud dengan kami ingin ada khilafah mudgoh, itu pertama bagaimana langkah kami itu memperkuat organisasi Islam OKI, supaya negara Islam itu bisa diayomi bersama. Kemudian kami mengusulkan negara Islam itu bagaimana negara berbasis mayoritas Islam itu ada mata uang. Euro bisa dan enggak ada masalah dipersatukan. Kenapa giliran kami ingin menyatukan dengan mata uang Dinar untuk mata uang di negara mayoritas muslim jadi dipermasalahkan. Kan timbul pertanyaan juga kan begitu," ujar Slamet di Ijtima Ulama IV, Bogor (5/8).

Pernyataan Slamet tersebut ditanggapi beragam oleh netizen. Berikut beberapa tanggapan netizen yang Jitunews pantau di artikel "Khilafah Versi FPI: Perkuat OKI, Uang Dinar dan Malaysia Tanpa Paspor" yang tayang di Babe (6/8).

Marcellinu Christian, Uang rupiah mau diganti Dinar dan teriak2 cinta Indonesia, hahaha.

Itjima Ulama Berniat Dirikan NKRI Syariah, JK Justru Bilang, "Jangan Terlalu Dianggap Itu Masalah"

Ranpoo, Bukannya dipermasalahkan, tapi harus lewat aturan. Kalau mau menjadi Dinar, kuasai dulu DPR, ubah undang-undangnya. Ojo sakpenakke dewe (jangan sesuka hati sendiri).

Bakti, Pantas lah tidak disetujui wong pemikirannya kayak gitu, sampe maksa mata uang diganti Dinar.

Ajak Jokowi Duduk Bersama, FPI: Jangan Jadi Berita Hoaks dan Fitnah Berkepanjangan

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata