logo


Ajak Jokowi Duduk Bersama, FPI: Jangan Jadi Berita Hoaks dan Fitnah Berkepanjangan

Ini permintaan FPI ke Jokowi

6 Agustus 2019 08:24 WIB

Penanggungjawab Reuni Akbar Mudjahid 212, Slamet Maarif
Penanggungjawab Reuni Akbar Mudjahid 212, Slamet Maarif Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), Slamet Ma'arif mengajak Presiden Jokowi untuk duduk bersama dan berdialog soal tuduhan FPI yang disebut sebagai ormas anti Pancasila.

Menurutnya, jika FPI tidak menganut ideologi Pancasila seharusnya Indonesia sebagai negara yang demokratis bisa mengendapkan upaya dialogis.

Baca Juga: Lidah Kesemutan Tanda Terserang Stroke? Simak Yuk Faktanya


Polemik Perpanjangan SKT FPI, DPR Angkat Bicara

Penderita Diabetes Wajib Baca!! Buah Ini Bisa Sebabkan Kadar Gula Meningkat

"Kalau pun dengan kami (FPI) ada yang dianggap tidak sesuai ya ajak kami bicara, dialog. Kalau perlu ayo dialog terbuka, ditayangkan oleh stasiun televisi nasional. Ayo, supaya umat bisa paham betul," kata Ma'arif di Bogor, Jawa Barat (5/8).

Ia justru mempertanyakan tuduhan tersebut. Sebagai ormas yang telah berdiri 21 tahun, FPI menganut NKRI harga mati.

"Sisi mana yang bertentangan dengan ideologi Pancasila? Kami sudah 21 tahun tidak ada masalah. Bahkan, kami NKRI harga mati. Setiap bencana kami hadir," imbuhnya.

Terungkap, Ini Ternyata Penyebab Telinga Gampang Berdenging!

"Karenanya justru Pak Jokowi harus menjelaskan kepada masyarakat Indonesia yang aman bertentangan dengan Pancasila. Harus bisa menunjukkan ke kami. Jangan menjadi berita hoaks dan fitnah berkepanjangan," tandasnya.

Prabowo Siap Jadi Mediator FPI dan Pemerintah, Ngabalin: Tak Usah

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata