logo


Prabowo Siap Jadi Mediator FPI dan Pemerintah, Ngabalin: Tak Usah

Menurutnya, urusan FPI tidak perlu melibatkan Prabowo.

3 Agustus 2019 16:59 WIB

Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin
Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Partai Gerindra menyebut Ketum Prabowo Subianto siap menjadi mediator jika pemerintahan Presiden Joko Widodo melarang izin ormas Front Pembela Islam (FPI).

Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, mengatakan bahwa Prabowo tidak perlu turun tangan menjadi mediator.

"Tidak perlu ada mediator. Itu kan ada aturannya. Tinggal FPI-nya penuhi syaratnya. FPI bisa klarifikasi mengenai NKRI bersyariah, khilafah dalam konsep FPI itu apa. FPI bisa melaporan rekam jejak mereka. Sudah. Tak usah pakai mediator. Masak urusan itu pakai mantan calon presiden, sih?" kata Ngabalin, Sabtu (3/8).


Prabowo Hadiri Kongres PDIP, Gerindra Tegaskan, "Tidak Terkait dengan Koalisi"

Seperti diwartakan Detikcom, menurutnya urusan FPI tidak perlu melibatkan Prabowo.

"Terlalu kecil bagi Prabowo. Masak urusan FPI saja pakai balas jasa atau apa? Nggak usah," sebut Ngabalin.

Sebelumnya, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP Partai Gerindra, Irawan Ronodipuro mengatakan bahwa Prabowo bersedia menjadi jembatan antara FPI dan pemerintah.

"Prabowo akan berperan sebagai mediator bila izin FPI dicabut," kata Irawan.

Siap Isi Kursi Ketua MPR, Gerindra: Kami Tidak Mau Munafik

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata