logo


3 Jalur Pendakian Gunung Merbabu, Kamu Pilih Mana?

Gunung Merbabu merupakan gunung berapi yang terletak di tiga kabupaten.

16 September 2019 23:46 WIB

taman nasional
taman nasional
dibaca 217 x

Gunung Merbabu merupakan gunung berapi yang terletak di tiga kabupaten. Di lereng sisi sebelah barat berada di wilayah Kabupaten Magelang, sementara di lereng sebelah timur berada di wilayah Kabupaten Boyolali dan lereng sebelah utara berada di wilayah Kabupaten Semarang.

Gunung dengan ketinggian mencapai 3.145 Mdpl ini menyimpan pesona wisata alam yang menakjubkan sehingga menjadi salah satu tujuan favorit untuk aktifitas pendakian.

Sejarah Gunung Merbabu


Penggemar Gorengan? Tak Perlu Risau, Lakukan Ini Agar Tetap Aman Makan Gorengan

Dalam naskah-naskah kuno pada masa pra-Islam, gunung berapi yang terakhir meletus di tahun 1797 ini dikenal dengan nama Gunung Damalung atau Gunung Pam(a)rihan.

Dari segi etimologi yang diketahui dari catatan-catatan pada zaman Belanda, kata “merbabu” berasal dari penggabungan dua kata, yaitu "meru" yang bermakna gunung dan "abu".

Menurut catatan sejarah tersebut, konon di lereng Gunung Merbabu terdapat pertapaan terkenal yang pernah disinggahi oleh Bujangga Manik di sekitar abad ke-15.

Jalur Pendakian Gunung Merbabu:

1. Jalur Pendakian Via Selo.

Jalur pendakian melalui Selo terbilang cukup ramai karena banyak pendaki yang memilih jalur pendakian ini. Namun begitu sebaiknya para pendaki membawa bekal air minum yang cukup dari basecamp karena minimnya sumber air di sepanjang jalur pendakian.

Pendakian dimulai dari gerbang selamat datang di Taman Nasional Gunung Merbabu kemudian memasuki kawasan hutan dengan kondisi jalanan yang masih cukup landai hingga sampai ke Pos 1 dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

Dari Pos 1 menuju ke Pos 2 belum begitu curam namun ada satu tanjakan yang cukup terjal dan puncaknya ketika di Pos Bayangan.  Dari Pos 2 ke Pos 3 hanya membutuhkan waktu perjalanan sekitar 45 menit hingga sampai ke Watu Tulis (Pos 3) dengan pemandangan yang indah di depan mata.

Menuju ke Pos 4 perjalanan akan semakin berat karena kondisi tanahnya yang terjal dan licin.  Sebaiknya pilih jalur sebelah kiri untuk mendapatkan pegangan ketika berjalan.

Di pos ini para pendaki bisa mendirikan tenda karena kondisi tanahnya yang datar dengan pemandangan yang sangat indah.

Menuju ke Pos 5 tanjakan tidak seterjal sebelumnya, namun hembusan angin cukup kencang terutama di malam hari.

Jika menginginkan view sunrise yang luarbiasa, para pendaki bisa bangun jam 3 pagi dan menyiapkan diri untuk mencapai puncak dengan waktu tempuh sekitar 1-1,5 jam.

Jalur ini memiliki keistimewaan karena sunrise bisa dinikmati di sepanjang perjalanan.

2. Jalur Pendakian Via Cunthel

Jalur di Desa Cunthel ini sudah memiliki tanda penunjuk arah sehingga memudahkan pendaki untuk menjelajahi hingga ke puncak.

Basecamp terletak di perkampungan dan para pendaki bisa mengisi persediaan air untuk bekal perjalanan.

Selanjutnya perjalanan dimulai dengan melewati perkebunan penduduk yang mulai menanjak hingga di perbukitan.

Setelah 30 menit perjalanan akan sampai di Pos 1, perjalanan selanjutnya menuju ke Pos Bayangan 2 yang terdapat bangunan untuk berteduh.

Perjalanan dilanjutkan menuju ke pos Pemancar dengan jalur terbuka yang didominasi alang-alang.

Di Pos ini terdapat batu-batu dengan ukuran besar sehingga bisa digunakan untuk berlindung ketika terjadi angin kencang.

Selanjutnya menuju ke jalur turunan Pos Helipad dengan pemandangan Gunung Kukusan di sebelah kanan dengan kawah berwarna putih dan di sebelahnya terdapat mata air.

Perjalanan selanjutnya cukup ekstrem dengan tanjakan yang sangat terjal dan kanan kiri jalan berupa jurang.

Tanjakan ini sering disebut dengan Jembatan Setan, salah satu treck tersulit yang harus dilewati.

Selanjutnya akan tiba di persimpangan, arah kiri ke Puncak Syarif sementara arah kanan menuju ke Puncak Kenteng Songo.

3. Jalur Pendakian Via Wekas

ilustrasi

alur ini sangat populer karena jaraknya lebih dekat dan banyak sumber mata air, terutama di Pos 2 yang sering digunakan untuk berkemah.

Sepanjang perjalanan para pendaki akan menjumpai ladang perkebunan milik warga.

Di Pos 1 terdapat sebuah balai untuk beristirahat dan juga beberapa warung.

Selanjutnya perjalanan menuju ke Pos 2 membutuhkan waktu sekitar 2 jam dengan jalur yang mulai menanjak dan terjal.

Dari Pos 2 terjapat jalur dengan dua buah aliran sungai  yang membentuk air terjun bertingkat sehigga menyuguhkan keindahan alam yang luar biasa apalagi dengan background puncak-puncak Gunung Merbabu yang begitu menakjubkan.

Dari ketinggian puncak Gunung Merbabu para pendaki akan disuguhi dengan pemandangan alam yang begitu mempesona, seketika lelah dan penat pun menghilang.

Dari ketinggian akan terlihat gunung-gunung yang seolah mengelilingi Merbabu.  Jika di sisi sebelah selatan terlihat kokohnya Gunung Merapi, maka di sebalah barat terlihat Gunung Sumbing dan Sindoro dengan keindahannya.

Di sisi sebelah utara terlihat Gunung Ungaran, Gunung Andong, dan Gunung Telomoyo, sementara pada sisi sebelah timur terlihat Gunung Lawu yang sedikit samar.

Ditulis oleh: Alvino Hore

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Pelantikan Sekjen dan Direktur Penuntutan KPK Dihadiri oleh Kabareksrim Polri

Halaman: 
Admin : Kesdik Bayu