logo


Chupacabra versi kearifan lokal, "asu panting"

Berikut ulasannya

2 Agustus 2019 14:05 WIB

ilustrasi
ilustrasi
dibaca 1197 x

Hantu tak selalu diperwujudkan dengan bentuk yang mirip manusia. Di daerah Bugis, terdapat cerita misteri tentang siluman anjing yang legendaris. Orang setempat biasa menyebutnya Cerita misteri "asu panting". Kisah misteri ini serupa dengan sosok gaib bernama "asu baung" yang terkenal di Jawa. Namun memiliki perbedaan tersendiri. Simak detailnya dibawah:

Asal Mula "asu panting"

Dari sekian banyak cerita hantu yang pernah kita dengar, cerita hantu tentang siluman bisa dikatakan lebih langka dibanding cerita arwah penasaran. Jika kamu berencana berkunjung ke daerah Sulawesi Selatan, khususnya Bugis, tak ada salahnya kalian waspada dengan cerita misteri "asu panting" ini.


Ramai Petisi di Twitter dengan Judul 'Ayo Ribuan Orang Serbu Parangtritis Pakai Baju Hijau'

Adalah hewan jadi-jadian yang gemar membuat warga setempat resah. Meski jarang menampakkan diri, hantu "asu panting" dikenal jahat jika sudah mengincar mangsanya.

Siluman anjing ini pun tak pernah pandang bulu dalam memilih mangsa. Baik tua, muda, laki-laki atau perempuan bisa menjadi mangsanya jika dia sudah berburu. Meski demikian, hanya segelintir orang Bugis yang pernah menyaksikan langsung cerita misteri "asu panting" yang terkenal ini.

Kalau pun ada yang benar-benar pernah menyaksikannya, orang tersebut mungkin bisa menjadi mangsa dari siluman tersebut. Cerita misteri siluman anjing ini memang sudah turun temurun sejak dahulu kala di tanah Bugis.

Dikatakan siluman ini memiliki kemampuan lari yang sangat cepat. Giginya yang tajam, lidah penuh liur yang menjulur panjang hingga tanah dan matanya yang merah menyala membuat siapapun yang menyaksikan langsung hewan jadi-jadian ini akan ketakutan. Tak hanya itu, bulunya yang halus konon katanya juga dapat membahayakan nyawa manusia.

ilustrasi

Konon jika seseorang menginjak bulu-bulu halus "asu panting" yang rontok, kakinya akan membengkak dan susah untuk disembuhkan, salah-salah orang tersebut bisa demam berkepanjangan hingga akhirnya meninggal.

Tak sedikit cerita misteri "asu panting" yang mengatakan bahwa jika tubuh kita tersentuh bulunya, maka bagian tubuh tersebut akan membengkak dan takakan sembuh. Oleh karena itu orang Bugis yang melihat kaki seorang yang diabetes menyangka bahwa ia terkena bulu "asu panting".

Seperti yang sudah disebut di atas, hanya segelintir orang Bugis yang membuktikan secara langsung cerita hantu tentang "asu panting" yang terkenal ini. Hanya saja mereka dapat merasakan tanda-tanda kehadirannya di malam hari.

Banyak cerita misteri "asu panting" yang menyebutkan bahwa siluman asli Bugis yang satu ini gemar berkeliaran saat bulan purnama, tepatnya lewat tengah malam. Jika terdengar suara lolongan anjing atau serigala lewat tengah malam dan saat itu bulan purnama, maka kemungkinan besar suara itu adalah hantu "asu panting" tersebut sedang ingin keluar untuk mencari mangsa. Sayangnya, tak banyak yang berkesempatan untuk menceritakan kisah hantu "asu panting" secara nyata.

Sosoknya yang melegenda sejak dulu tentu membuat masyarakat Bugis resah dan khawatir tiap kali mereka hendak mencari buruan di hutan. Oleh karena itu, orang Bugis biasanya akan membawa semacam bekal berupa daging. Mereka membawanya bukan sebagai makanan, melainkan untuk menjadi “pengalih perhatian” 'asu panting' ini.

Jadi ketika mereka bertemu dengan "asu panting" ini. Mereka akan melempar atau menjatuhkan daging tersebut, lalu kemudian berlari menjauh secepat mungkin. Hal ini berlaku pula bahkan untuk perjalanan di siang hari. Karena memang dalam banyak cerita misteri "asu panting" yang beredar. Sosoknya bahkan sempat diketahui menampakkan diri di siang hari.

ilustrasi

Di daerah Benua Amerika dan Eropa, terdapat istilah Chupacabra. Makhluk yang satu ini konon merupakan makhluk kriptid yang sudah lama punah, namun entah bagaimana ternyata masih ada yang tersisa. Makhluk ini meresahkan banyak orang dengan memangsa ternak. Banyak dari masyarakat Indonesia mempercayai bahwa sebenarnya "asu panting" ini adalah sejenis Chupacabra yang memiliki habitat di daerah tropis.

Selain dikait-kaitkan dengan Chupacabra. Ada pula versi lain dari cerita misteri "asu panting" ini adalah konon kemunculannya biasanya akan dipercaya sebagai pertanda musibah atau pagebluk di daerah tersebut. Oleh karenanya warga setempat kemudian akan melangsungkan beberapa ritual sederhana untuk tolak bala.

Berikut tadi adalah ulasan tentang cerita misteri "asu panting" yang melegenda di tanah Bugis. Yang menjadi pelajaran adalah di manapun kita berkunjung atau bermain, kita harus selalu menghormati kearifan lokal, legenda ataupun cerita misteri setempat jika tak ingin terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

Ditulis oleh: Rizky Pratama

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Mitos atau Fakta? Inilah Area 51 yang Terkenal akan Misterinya..

Halaman: 
Admin : Raka Kisdiyatma