logo


Praktik Korupsi di 2 BUMN, KPK: Sangat Memprihatinkan

Basaria menyesalkan adanya korupsi di dua BUMN

2 Agustus 2019 07:00 WIB

Basaria Panjaitan
Basaria Panjaitan Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - KPK mengungkap adanya suap antara dua perusahaan negara dalam operasi tangkap tangan (OTT). Dua perusahaan negara itu PT Angkasa Pura II yang mengelola bandara dan PT INTI.

"Suap terkait dengan pengadaan pekerjaan Baggage Handling System (BHS) pada PT. Angkasa Pura Propertindo yang dilaksanakan oleh PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tahun 2019," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam jumpa pers di KPK, Kamis (1/8).

Basaria menyesalkan adanya korupsi di dua BUMN. Menurutnya, kejadian ini sangat memprihatinkan karena saat ini negara tengah melawan korupsi.


Perempuan Diharapkan Bisa Isi Posisi Pimpinan KPK

"Suap antara pihak yang berada di dua BUMN seperti ini sangat memprihatinkan dan sangat bertentangan dengan nilai etis dilakukan dalam dunia bisnis," jelas Basaria.

Basaria mengatakan bahwa seharusnya perusahaan negara bisa bekerja lebih efektif dan efisien untuk keuangan negara.

"Tapi malah menjadi bancakan hingga ke anak usahanya," tambah Basaria.

KPK melakukan OTT terkait suap proyek BHS senilai Rp 86 miliar. KPK menetapkan tersangka antara lain Direktur Keuangan AP II Andra Agus salam, yang diduga menerima fee Rp 1 miliar lebih, dan Taswin Nur, staf PT INTI.

Terciduk KPK, Direktur Angkasa Pura II Langsung Dipecat

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata