logo


Fenomena Jenglot, Apakah Berbahaya?

Berikut jawabannya.

1 Agustus 2019 18:58 WIB

ilustrasi
ilustrasi
dibaca 636 x

Jenglot, sudah tak asing lagi jika terdengar di telinga. Menjadi fenomena tersendiri. Meskipun bentuknya kecil, tapi sangat menyeramkan.

Hal yang patut ditanyakan yaitu, apakah jenglot ini manusia, hewan, boneka, atau makhluk lain? Kemudian, apakah jenglot ini berbahaya? Fenomena jenglot ini sangat menarik untuk disimak. Pasalnya di Indonesia sendiri banyak kolektor jenglot karena diyakini memiliki banyak manfaat.

Pertama, apakah jenglot itu? Jenglot diyakini merupakan manusia yang dulunya memiliki ilmu hitam yang sangat hebat. Setelah meninggal, jasadnya tidak diterima oleh bumi dan tidak membusuk namun semakin mengecil hingga menjadi hantu jenglot.


Pengen Rekreasi Sambil Belajar? Planetarium Jakarta Solusinya!

Ada juga yang mengatakan kalau jenglot adalah mumi yang sudah berusia sangat lama. Bahkan, ada juga yang mengatakan kalau jenglot adalah hewan yang bisa ditemukan di hutan dan bersembunyi di tempat-tempat tertentu namun bentuknya sepeti boneka kecil.

Ada juga yang mengatakan kalau jenglot adalah makhluk lain, bukan manusia karena tidak memiliki struktur tulang layaknya manusia, namun juga makhluk hidup karena gigi dan rambutnya bisa tumbuh. Ada juga yang menganggap jenglot adalah hantu karena bentuk dan wujudnya yang menyeramkan.

Fenomena jenglot ini tentu menimbulkan pertanyaan, apa sebenarnya kegunaan jenglot? Salah satu kegunaan jenglot adalah untuk perlindungan diri. Orang yang memiliki jenglot diyakini bisa terlindung dari berbagai macam bahaya. Selain itu, jenglot juga dipercaya bisa digunakan untuk pesugihan agar mendapat rezeki yang lancar dan berlimpah. Bahkan, ada yang percaya bahwa salah satu kegunaan jenglot adalah untuk pengasihan agar bisa memikat lawan jenis yang disukai.

Orang yang ingin memiliki jenglot biasanya pergi ke dukun sakti. Namun, ada juga beberapa orang yang pernah menemukan makhluk kecil menyeramkan ini di tempat-tempat tertentu.

Apakah Jenglot Berbahaya?

ilustrasi

Ada yang menyebut jenglot adalah bathara karang. Apapun itu, jenglot biasanya digunakan untuk 3 hal yang sudah disebutkan di atas: perlindungan, pesugihan, dan pengasihan.

Namun, semua itu tentu saja ada syaratnya. Diyakini jenglot meminta makan atau minum berupa darah segar manusia. Banyak orang yang memiliki jenglot kepergok sering membeli darah di PMI atau rumah sakit.

Kalau tidak ada stok darah, apa berarti mengorbankan darah sendiri? Tentu saja! Kalau kita kita tidak bisa memenuhi kebutuhan darah tersebut, pasti resikonya besar karena apapun yang berhubungan dengan klenik memiliki resiko besar.

Fenomena jenglot memang menarik banyak orang yang ingin mendapatkan banyak uang secara instan serta menarik lawan jenis dan melindungi diri dengan bantuan gaib. Namun, melihat syarat dan resikonya, lebih baik kita mencari kesuksesan dengan kerja keras

Ditulis oleh: Rizky Pratama

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Audi Cup 2019 Berakhir, Ini 10 Pemain Paling Bernilai di Ajang Pra-Musim Tersebut

Halaman: 
Admin : De Sukmono