logo


Pengen Rekreasi Sambil Belajar? Planetarium Jakarta Solusinya!

Berikut ulasannya

1 Agustus 2019 14:48 WIB

ilustrasi
ilustrasi
dibaca 159 x

ilustrasi

Planetarium Jakarta, merupakan salah satu tempat favorit wisata edukasi di Jakarta.

Dibangun pada tahun 1964 oleh Presiden Soekarno, pencetus ide untuk membangun tempat tersebut. Usai dibangun, tempat ini diserahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 1969.


Inilah 5 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Jakarta

Berlokasi di Jalan Cikini Raya No. 73, Menteng, Jakarta Pusat. Jika kamu ingin pergi berkunjung, adakalanya jika kamu mengecek jadwal buka Planetarium Jakarta. Jangan sampai kamu jadi kecewa, alih-alih ingin liburan dan rekreasi malah jadi perjalanan panjang hanya menyusuri jalanan.

ilustrasi

Jadwal buka pada Selasa-Minggu yakni pukul 08.00-15.00 WIB. Tutup pada hari Senin. Hari Senin libur untuk pemeliharaan barang dan maintenance. Namun kegiatan kantor tetap buka dan melayani berbagai informasi. Untuk teater bintang, rombongan harus reservasi lebih dulu. Sedangkan perorangan hanya mengantre di loket.

Tiket untuk Rombongan

Siswa dan Mahasiswa : Rp 5.000/orang

Non Pelajar dan Umum : Rp 10.000/ orang

Untuk rombongan minimal harus 100 orang. Jika kurang dari jumlah tersebut, tetap dikenakan biaya sejumlah 100 orang.

Tiket Perorangan

Anak-anak : Rp 7.000/orang (2 tahun hingga usia SD)

Dewasa : Rp 12.000/orang (tingkat SMP hingga dewasa)

Tiket perorangan dapat dibeli langsung di loket. 1 Orang dapat membeli maksimal 4 tiket.

Setelah mengetahui harga tiket, kamu bisa mencari tahu ada apa saja di tempat yang berada di area Taman Ismail Marzuki. Kamu akan diajak memahami konsep alam semesta.

Edukasi lainnya yakni akan diperoleh informasi tentang perbintangan dan berbagai benda langit. Informasi dunia luar angkasa dan astronomi juga bisa didapat di tempat ini.

ilustrasi

Di sini, ada juga pameran benda luar angkasa yang ditampilkan dalam gambar dan foto. Di tempat ini bisa jadi referensi tempat spot foto terbaik. Ada juga berbagai teori pembentukan galaksi dan tokoh-tokoh penemu teori tersebut.

Yang lainnya, ruangan galeri khusus yang digunakan untuk mengamati benda langit dari berbagai macam teleskop. Bentuk bangunan ini juga sangat unik. Pada bagian atapnya punya struktur setengah bola yang dapat terbuka secara berputar maupun horizontal ke segala arah.

Di kawasan wisata ini ada 3 ruang observasi yang digunakan untuk pengamatan baik secara geografis maupun visual untuk memudahkan para wisatawan mendapatkan informasi dan ilmu bintang.

Di tempat ini kamu dapat mengamati kubah langit dari sektor utara dan selatan, bisa juga secara bersamaan. Namun masalah yang dihadapi yakni polusi udara dan cahaya yang sangat tinggi.

Bagaimana menurutmu? Ingin santai dan bermalas-malasan dirumah, atau menggunakan weekend mu untuk wisata dan rekreasi untuk mendapatkan tambahan ilmu?

Ditulis oleh: Rizky Pratama

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Kepulauan Seribu sekarang menjadi Destinasi Favorit?

Halaman: 
Admin : Raka Kisdiyatma