logo


Soal Drg. Romi, Kepala Staf Kepresidenan Segera Cari Solusi dengan Kemenpan RB

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko langsung mencari solusi atas kasus pembatalan Drg. Romi menjadi CPNS.

1 Agustus 2019 14:08 WIB

 Drg. Romi Syofpa dan Moeldoko
Drg. Romi Syofpa dan Moeldoko Siaran Pers Kantor Staf Presiden

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menanggapi permasalahan yang menimpa Drg. Romi Syofpa, soal dianulirnya sebagai CPNS di Solok Selatan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko akan segera berkonsultasi dengan Kemenpan RB untuk mendapatkan solusi.

"Kita mencoba mencari alternatif solusi, nggak ada yang nggak bisa diselesaikan. Pasti ada solusi. Yang pertama dari sisi regulasi dan yang kedua dari sisi kepatutan," jelas Kastaf ketika menerima drg. Romi, di Bina Graha, Jakarta, Kamis (1/8).

Baca juga: Golkar Jabar Tak Ingin Gerindra Masuk Koalisi Jokowi - Ma'ruf


Dianggap Berbahaya, Ini Tanda Jika Kamu Terlalu Berlebihan Olahraga!!

Kasus di Solok Selatan ini bukanlah pandangan pemerintah secara luas. Ini adalah kasus yang lebih personal. Pandangan pemerintah, soal kaum difabel juga jelas dan tidak membeda-bedakan. "Kita di KSP sangat aktif memperjuangkan hak-hak kaum difabel. Ini bukan retorika, tetapi betul-betul kita perjuangkan. Hampir setiap kegiatan difabel kami datang, presiden juga datang," ungkap Moeldoko.

Secara pribadi, Kepala Staf juga membesarkan hati, Romi patut bersyukur, ada banyak empati dan rasa peduli yang ditujukan kepadanya dalam menghadapi permasalahan ini. “Secara pribadi nggak bisa menerima, tetapi secara sosial mendapatkan tempat. Semuanya simpati dan empati, ini adalah anugerah. Itu perlu disyukuri,” imbuhnya.

Seperti diketahui kasus Drg. Romi bermula dari pembatalan kelulusan sebagai CPNS di Kabupaten Solok Selatan, Sumbar. Padahal sejak tahun 2015 yang bersangkutan sudah berkerja sebagai dokter PTT Kemenkes di tempat ini.

Awalnya ia lolos dengan nilai tertinggi. Ia juga lulus tes kesehatan jasmani, rohani, dan narkoba di RSUD Muara Labuh. Namun dengan catatan mengalami kelemahan pada kaki. Sayangnya, setelah berkas lengkap, keluarlah pembatalan kelulusan sebagai CPNS dari panitia seleksi Kabupaten Solok Selatan.

Dianggap Mengganggu, Ini Lho Fungsi Keringat Bagi Kesehatan Kita

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu