logo


Golkar Jabar Tak Ingin Gerindra Masuk Koalisi Jokowi - Ma'ruf

"Saya hanya menyampaikan, negeri ini harus ada kekuatan politik yang menjadi mitra. Mitra itu ada di dalam ada di luar. Yang di luar itu harus ada," kata Dedi.

1 Agustus 2019 10:46 WIB

Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi. Dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Dewan Pembina Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi lebih menginginkan Partai Gerindra tetap berada di luar pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin alias oposisi. Bagi dia, pemerintahan dalam lima tahun ke depan butuh mitra.

Hanya saja, mitra itu tak mesti berada di dalam pemerintahan. Di luar pemerintahan, dalam hal ini oposisi, juga bisa dikatakan sebagai mitra.

Baca juga: FPI Disebut Tidak Pancasialis, Dahnil: Bagi Saya Naif


Prabowo Diminta Pulangkan Habib Rizieq, Lieus: Apalagi Sudah Makan Nasi Goreng

"Saya hanya menyampaikan, negeri ini harus ada kekuatan politik yang menjadi mitra. Mitra itu ada di dalam ada di luar. Yang di luar itu harus ada," kata Dedi ditemui di Gedung DPP Golkar, Jakarta, dilaporkan CNN Indonesia, Rabu (31/7).

Saat ditanya terkait kemungkinan akan ada menteri dari Partai Gerindra di kabinet Jokowi, Dedi mengaku tak ingin ikut campur. Persoalan pemilihan kabinet kementerian sepenuhnya adalah hak dan kewenangan Jokowi.

"Urusan pemilihan menteri itu urusan Pak Jokowi ya kan. Pak Jokowi yang menentukan, kan kita tidak boleh mencampuri hak perogratif presiden dan kita juga tidak boleh membebani presiden," kata Dedi.

Menurutnya, Jokowi sangat berhak memilih siapapun orang yang akan diajak bergabung ke kabinet menteri periode 2019-2024. Hanya saja, jika melihat dalam kacamata kepartaian, Dedi menyarankan agar tak semua pihak berada di dalam pemerintahan, tapi harus ada yang bermitra di luar, termasuk Gerindra.

"Ya saya kan sudah sampaikan (Gerindra lebih baik di luar). Komentar untuk institusi kepartaian saya katakan mitra itu ada di dalam, ada di luar jangan di dalam semua, harus ada di luarnya," kata Dedi.

Dedi Mulyadi Yakin Internal Golkar Tak Akan Pecah Seperti 2014

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu