logo


Hadapi Revolusi Industri 4.0, Kementerian Koperasi dan UKM: Pelaku UMKM Harus Bisa Manfaatkan Platform e-Commerce

Berikut pernyataan lengkapnya

31 Juli 2019 14:14 WIB

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Rulli Nuryanto
Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Rulli Nuryanto Jitunews/Khairul

TANGERANG, JITUNEWS.COM - Deputi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Rulli Nuryanto menegaskan, fasilitator mempunyai peran penting terutama dalam mendistribusikan ilmu pengetahuan kepada SDM koperasi dan UKM sesuai kompetensinya yang dalam hal ini khususnya bagi pengelola Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan atau unit simpan pinjam koperasi dan pengelola ritel koperasi.

“Tujuannya, agar dapat menciptakan SDM yang profesional dan juga berdaya saing," ujar Rulli dalam pembukaan Pelatihan dan Uji Kompetensi bagi Fasilitator SDM KUKM bidang Koperasi Simpan Pinjam dan Ritel Koperasi di Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (30/7).

Rulli menyebutkan di era Revolusi Industri 4.0, saat ini koperasi harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dinamika kehidupan masyarakat yang sangat dipengaruhi perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat.


Kementerian Koperasi dan UKM: Terjadi Peningkatan Kontribusi Perempuan pada Ekonomi Indonesia

"Di bidang ritel misalnya, koperasi dan pelaku UMKM kita juga harus mampu memanfaatkan platform e-commerce atau mengembangkan platform marketplace untuk memperkuat penetrasi pasar," tambahnya.

Demikian juga dalam pengelolaan kegiatan usaha simpan pinjam koperasi, harus mampu menyesuaikan dan memanfaatkan teknologi informasi saat ini.

“Untuk mendukung harapan tersebut, salah satu syaratnya adalah para pengelola koperasi harus memiliki kompetensi di bidangnya agar kinerja koperasi dan UKM dapat terus meningkat," kata Rulli.

Rulli menambahkan koperasi memiliki peluang untuk terus berkembang di era digitalisasi saat ini. Karena, di era ini pula para pelaku usaha harus berkolaborasi dan bekerjasama untuk bertahan dan untuk mengembangkan usahanya.

“Dan hal tersebut harus sesuai dengan nilai dan karakteristik koperasi," tegas Rulli.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Standarisasi dan Sertifikasi SDM KUMKM Santoso mengatakan, tujuan pelatihan ini untuk menciptakan fasilitator baru di berbagai wilayah provinsi di Indonesia. Sehingga, tersebarnya fasilitator tidak hanya tergantung di pusat saja.

“Dan juga untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi bagi SDM (calon fasilitator). Karena sesuai PERMENKOPUKM No. 18 Tahun 2015 tentang Pedoman Diklat bagi SDM KUKM bahwa fasilitator pelatihan berbasis kompetensi wajib memiliki sertifikat kompetensi bidang metodologi dan bidang substansi," tukasnya.

Dengan S-PIRT, Kemenkop Dorong Standarisasi Produk UKM

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Raka Kisdiyatma