logo


Menkominfo Berharap Medsos Aktifkan AI Penyaring Kontent Negatif

"Jangan hanya nantinya pemerintah yang berhadapan dengan rakyatnya sendiri, plaform harus bisa menjadi solusi," jelas Rudiantara

27 Juli 2019 09:55 WIB

Menkominfo,Rudiantara dan CEO Telegram, Pavel Durov.
Menkominfo,Rudiantara dan CEO Telegram, Pavel Durov. Dok. Kemkominfo

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara kembali meminta platform media sosial maupun streaming video ikut penyaringan konten.

Sebelumnya permintaan yang sama telah disampaikan kala pertemuan Christchurch Call to Action yang diselenggarakan oleh Presiden Perancis dan PM Selandia Baru di Elysee Palace, Paris beberapa bulan lalu.

Baca juga: Sukses Besar, Spider-Man: Far From Home Raup USD1 Miliar


FedEx Bikin Geram Pemerintah China karena Ogah Kirim Ponsel Huawei

"Kami minta ke Facebook, semua ada global platform baik media sosial atau video sharing, kami minta harus bisa mengaktifkan penyaringan dari awal, mereka bisa mengaktifkan AI dan machine learning, dengan keywordnya dikasih dari pemerintah," jelas Rudiantara saat ditemui usai konferensi pres HUT ke-8 Blibli, dilansir dari detikINET, Jumat (26/7) Jakarta (27/7).

Cara tersebut dipercaya Menkominfo dapat meminimalisir potensi ada konten negatif diposting. Sekarang ini kondisinya pemerintah tidak bisa menjaga penuh, karena siapapun tidak mengetahui seseorang akan posting apa. Kebanyakan mengetahui isi konten sesudah diposting.

"Jangan hanya nantinya pemerintah yang berhadapan dengan rakyatnya sendiri, plaform harus bisa menjadi solusi. Karenanya pemerintah Indonesia meminta mereka lebih banyak berperan," kata pria yang kerap disapa Chief RA itu.

Baca juga: iPhone 11 Diprediksi Meluncur Bulan September

"Tanpa bantuan mereka (platform), pemerintah akan berhadapan dengan rakyat terus. Saran saya justru masyarakat Indonesia ayo kita sama-sama mintakan ke platform untuk mengaktifkan AI dan machine learningnya dengan keyword dari pemerintah," cetusnya

"Jadi jauh-jauh, ketika orang posting, mereka bisa langsung blok di platform sendiri," tutup RA.

Sukses Besar, Spider-Man: Far From Home Raup USD1 Miliar

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu