logo


MPR Berbicara Keinginan Hidupkan Kembali Pembangunan Model GBHN

Andi mengatakan Indonesia memiliki GBHN mulai tahun 1969 hingga 1997

26 Juli 2019 17:37 WIB

Anggota MPR dari Fraksi PKS, Andi Akmal Pasludin
Anggota MPR dari Fraksi PKS, Andi Akmal Pasludin Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota MPR dari Fraksi PKS, Andi Akmal Pasludin, mengatakan keinginan menghidupkan pola pembangunan model Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) sudah dilakukan kajian mendalam selama MPR periode 2014-2019.

“Badan Pengkajian sudah melakukan kajian dan diskusi panjang dengan berbagai pihak, seperti perguruan tinggi. Serap aspirasi di masyarakat pun mereka menginginkan dihidupkan kembali rencana pembangunan ala GBHN,” ujarnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/7).

Dalam hal ini, Andi mengatakan Indonesia memiliki GBHN mulai tahun 1969 hingga 1997. Dimana ketika era reformasi, produk dari Ketetapan MPR itu dihilangkan atau tak diperlukan lagi. Namun seiring perjalanan, masyarakat menginginkan haluan negara agar bangsa ini mempunyai arah dalam pembangunan.


Soal Perebutan Kursi Pimpinan MPR, Ini Kata NasDem

Selain itu, Andi mengatakan bahwa arah pembangunan nasional juga sangat penting sebab dengan adanya Pemilu, baik Pemilu Presiden maupun Pemilihan Kepala Daerah, sistem pembangunan yang ada tak terintegrasi. Meski ada UU Rencana Pembangunan Jangka Pendek, Menengah, dan Panjang namun diakui legitimasinya tak kuat.

“Karena hanya dibuat oleh DPR dan Presiden. Seharusnya dibuat oleh MPR sebagai representasi kekuatan politik dan daerah," kata Andi.

Terancam Jadi Oposisi Sendirian, PKS: Kami Oposisi yang Bermartabat

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata