logo


Tekankan Soal Kepribadian Budaya Indonesia, Menko PMK: Politik Budaya Itu Sangat Penting

Pemerintah terus memperkuat upaya pembangunan karakter bangsa dan salah satu program yang diluncurkan adalah GNRM

26 Juli 2019 14:23 WIB

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, menjadi keynote speaker sekaligus membuka secara resmi Seminar Nasional bertema “Manusia dan Politik Kebudayaan” di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (26/7)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, menjadi keynote speaker sekaligus membuka secara resmi Seminar Nasional bertema “Manusia dan Politik Kebudayaan” di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (26/7) Kemenko PMK

SEMARANG, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, menjadi keynote speaker sekaligus membuka secara resmi Seminar Nasional bertema “Manusia dan Politik Kebudayaan” di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah.

Di depan seluruh civitas akademik Universitas Diponegoro, Menko PMK mengatakan, untuk menghadapi kemajuan teknologi dan industri yang semakin cepat serta berbagai tantangan globalisasi, maka diperlukan suatu visi pembangunan yang dapat menjawab permasalahan tersebut.

Menurutnya, tujuanpembangunan yang dilaksanakan oleh PemerintahNegaraRepublikIndonesia, secarategastelahdiguratkandalamPembukaanUndang-UndangDasar 1945, alinea ke-empat, dimana Pemerintahan yang dimaksudadalahPemerintahan yang berdasarkanPancasila dan Undang-UndangDasar 1945 yang dalammewujudkantujuanbernegaratersebut, diperlukan politik pembangunan untuk dapat mengelola, mengatur, dan mengendalikansumber daya bangsa dan negarasecaraoptimal.


Menko PMK Peroleh Penghargaan Tertinggi dari Majalah Her Times, "Kontribusinya Luar Biasa"

“Politik pembangunan pemerintahan saat ini dilaksanakan berlandaskan pada visi untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Politik pembangunan juga harus dapat membuka ruang dan akses partisipasi seluruh rakyat. Karena setiap rakyat juga memikul tanggung jawab yang sama dalam berkontribusi pada kepentingan nasional”, ujar Puan, Jumat (26/7).

Selanjutnya, untuk membangun ketahanan budaya Indonesia harus diawal dengan memperteguh landasan kesadaran, komitmen, dan kerja bersama seluruh komponen bangsa, bahwa pemersatu keberagaman kebudayaan Indonesia adalah Pancasila.

Prabowo-Puan Dinilai Berpeluang Duet di Pilpres 2024, Demokrat: Mudah Kami Kalahkan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata