logo


Keseriusan BUMN RI untuk Investasi Kereta Api dan Tambang Emas di Afrika

Investasi yang dilakukan di Negara Afrika ini terkait Kereta Api dan tambang emas.

24 Juli 2019 21:03 WIB

Ilustrasi emas antam.
Ilustrasi emas antam. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan, PT INKA dan PT Timah akan berinvestasi di Afrika. Investasi yang dilakukan nanti terkait Kereta Api dan tambang emas.

"Ini mau baru. Jadi pertama mengenai kita di Sudan sama di Madagaskar. Madagascar itu kereta api, kemudian di Sudan tambang emas. Tambang, PT Timah, ada tambang crome, ada tambang emas dan macam macam," ujarnya di Kemenlu, Jakarta, Rabu (24/7).

Fajar mengatakan, selain dua BUMN itu, masih ada BUMN lain seperti anak usaha Garuda Indonesia yaitu GMF AeroAsia Tbk serta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang akan menandatangi 4 perjajian kerja sama. Rencana ini akan dibahas dalam pertemuan dengan Afrika di Bali pada 20-21 Agustus mendatang.


Bangun Pertashop, Pertamina Berharap Bisa Efektif Gerakkan Energi dan Ekonomi Sukabumi

"GMF mau nambah lagi di Nigeria. Akan baru, kemudian nanti LPEI akan tandatangan 4 macam-macam aku tidak tahu. Nanti persiapan dulu, masih diomongin. Nanti akan diberesin. Nanti yang jelas untuk di Bali nah sudah pasti," jelasnya.

Sejauh ini, kata Fajar, sudah banyak BUMN Indonesia yang berhasil berinvestasi di Afrika. Beberapa di antaranya, Aljazair, Senegal dan Nigeria.

"Kita ada Wika di Aljazair, ada Wika di Nigeria, kemudian kita sudah ngirim pesawat terbang ke Senegal, kemudian Timah sudah mulai kerja di Nigeria. Jadi ada beberapa. GMF sudah ada di Nigeria. Nanti akan bikin baru lagi," tandasnya.

Perluas Market Place UMKM Siap Masuk Ranah Digital

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu