logo


Saudara Kandung Nazaruddin Diduga Terlibat Gratifikasi DAK Meranti, KPK: Penyidikan Masih Berjalan

"Kalau kasus tentu masih terus berjalan penyidikan masih berjalan"

24 Juli 2019 13:12 WIB

Mantan Bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin usai menjadi saksi dalam persidangan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (19/2).
Mantan Bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin usai menjadi saksi dalam persidangan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (19/2). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi VII DPR, M Nasir diduga terlibat gratifikasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Hal tersebut diungkapkan juru bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi awak media, Selasa (23/7) malam.

Baca Juga: Prabowo-Mega Bertemu, Pengamat Bilang, "Bukti Kedua Partai Miliki Chemistry yang Sama"


KPK Butuhkan Keahlian Rizal Ramli untuk Tuntaskan Korupsi SKL BLBI

Menurutnya M Nasir yang merupakan saudara kandung terpidana korupsi wisma atlet M Nazaruddin itu akan segera dimintai keterangannya sebagai saksi.

“Keterangan mereka dibutuhkan sebagai saksi untuk menjelaskan informasi yang terkait gratifikasi BSP,” tuturnya.

Febri juga menjelaskan, penyidikan terhadap dugaan gratifikasi pengurusan Dana Alokasi Khusus Kabupaten Meranti, Riau itu masih terus berjalan hingga saat ini.

Jangan Disepelekan! Jika Mobilmu Alami Tanda-tanda Ini, Sudah Saatnya Turun Mesin

KPK, kata Febri, memeriksa Wakil Ketua Komisi VII DPR, M Nasir bagian dari pengembangan kasus dugaan suap kerja sama angkutan pelayaran yang menjerat anggota Komisi VI DPR RI, Bowo Sidik Pangarso dan orang kepercayaannya Indung.

Namun demikian, dalam daftar jadwal penyidik KPK hari ini, tidak ada satu pun saksi yang dipanggil oleh KPK.

"Kalau kasus tentu masih terus berjalan penyidikan masih berjalan. (Soal tidak ada pemeriksaan) tentu nanti akan diumumkan," tandasnya.

Kamu Cepat Terlelap Tidur? Awas, Bisa Jadi Kamu Mengidap Masalah Ini

Berdasarkan informasi yang diperoleh, KPK bakal melimpahkan berkas penyidikan Indung ke Jaksa KPK atau tahap dua pada Kamis nanti. Namun begitu, Febri menjawab belum ada pelimpahan berkas.

“Belum nanti persisnya akan disampaikan setelah selesai," pungkasnya.

Seperti diketahui, dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi untuk anggota DPR RI Bowo Sidik Pangarso, KPK mendapatkan fakta bahwa yang bersangkutan tidak hanya menerima uang dari kerja sama penyewaan kapal dari PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog). Namun, KPK mengidentifikasi saat ini ada empat sumber dugaan penerimaan gratifikasi oleh Bowo Sidik.

Unggah Foto Andrew White Setengah Bugil, Millendaru Bilang, "Ih, Aku Suka Banget"

Pertama, terkait peraturan Menteri Perdagangan tentang perdagangan gula rafinasi. Kedua, terkait penganggaran dana alokasi khusus di beberapa daerah. Dan ketiga terkait revitalisasi empat pasar di Minahasa Selatan. Keempat, terkait posisi orang tertentu di BUMN.

Khusus untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) KPK melakukan pemeriksaan terhadap M Nasir yang dianggap memiliki informasi soal pengurusan DAK di Kabupaten Meranti, Riau.

Tidak hanya Nasir, dua saudara kandungnya pun diperiksa seperti, Nazaruddin yang menjalani hukuman di Lapas Sukamiskin serta caleg DPR RI dari Gerindra, Muhajidin Nur Hasim. Hingga saat baru Nasir saja yang diperiksa KPK sedangkan Nazar dam Muhajidin beralasan sakit dan KPK pun menjadwalkan ulang pemeriksaan keduanya.

Lukman Hakim Tak Berminat Jadi Menteri Lagi, Demokrat: Persiapkan Diri dan Mental Hadapi KPK

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata