logo


Penjualan dan Produksi Batu Bara PT Bukit Asam Naik 14%

Volume penjualan dan produksi batu bara mencapai 13 juta ton pada Januari-Juni 2019

23 Juli 2019 16:30 WIB

Ilustrasi Tambang Batu Bara
Ilustrasi Tambang Batu Bara Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk, Suherman, mengungkapkan bahwa volume penjualan dan produksi batu bara mencapai 13 juta ton pada Januari-Juni 2019. Suherman menyebut jumlah tersebut naik 14% dibanding periode tahun lalu.

Suherman menyebut dari sisi penjualan perseroan merealisasikan sekitar 13,4 juta ton per akhir Juni 2019, atau tumbuh 10% dari periode semester I/2018.

“Pasar masih cukup prospektif,” ujar Suherman seperti dilansir dari Bisnis.com, Selasa (23/7).


Beri Bantuan di Sumbar, Bukit Asam Berharap Perekonomian Masyarakat Meningkat

Bukit Asam membidik volume penjualan sebanyak 28,38 juta ton atau tumbuh 15% secara tahunan. Jumlah tersebut berasal dari penjualan domestik 13,67 juta ton dan penjualan ekspor 14,71 juta ton.

Dengan volume penjualan dan produksi per semester I/2019, PTBA telah merealisasikan sekitar 47,68% target produksi dan 47,21% target penjualan tahun ini.

Sementara itu, Senior Vice President Royal Investium Sekuritas Janson Nasrial menilai realisasi volume penjualan dan produksi Bukit Asam per semester I/2019 sejalan dengan ekspektasi pasar. Menurutnya, pencapaian tersebut berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan.

“Harusnya (kinerja keuangan) masih tumbuh walau tidak akan double digit,” jelas Janson.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2019, Bukit Asam mengantongi laba bersih Ro1,13 triliun.

Janson mengatakan bahwa prospek Bukit Asam masih lebih baik dibandingkan dengan emiten batu bara lainnya yang memiliki orientasi ekspor ke China dan negara Asia Pasifik seperti Korea, Jepang, dan Taiwan.

“PTBA penjualannya lebih orientasi ke domestik, itu kelebihan kompetitifnya karena Indonesia masih sangat membutuhkan power plant untuk menunjang pembangunan infrastruktur ke depan,” jelasnya.

Janson menyebut harga batu bara dunia cenderung datar dalam beberapa tahun ke depan.

Tarik Wisatawan, Bekas Kantor Bukit Asam Dijadikan Hotel Bertaraf Internasional

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata