logo


Ini Cara Kominfo Siapkan Talenta Digital Indonesia

Kominfo berharap program ini dapat meningkatkan kapasitas SDM Indonesia agar berdaya saing dan mampu memenuhi kebutuhan Industri 4.0.

23 Juli 2019 15:16 WIB

Menkominfo Rudiantara.
Menkominfo Rudiantara. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Melalui program digital talent scholarship 2019 (DTS), Kominfo berharap program ini dapat meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia (SDM) Indonesia agar berdaya saing dan mampu memenuhi kebutuhan Industri 4.0.

Sebelumnya dalam kesempatan berbeda, Menteri Kominfo menyampaikan bahwa gagasan yang melatari penyelenggaraan beasiswa pelatihan DTS 2019 ini berawal dari fakta banyaknya lulusan SMK dan Perguruan Tinggi yang tidak memiliki keahlian yang cukup diserap oleh dunia usaha.

"Ini merupakan keprihatinan kami terhadap perkembangan yang terjadi. Suatu bentuk upaya pemerintah dalam memfasilitasi para lulusan SMK dan Perguruan Tinggi agar mampu menjadi teknisi yang andal. Sasaran Program DTS 2019 membekali kompetensi 25.000 orang lulusan SMK, D3/D4, S1, Aparatur Sipil Negara (ASN), guru TIK SMA atau setara serta penyandang disabilitas. Selain itu, memberikan sertifikat dari Global Technology Company dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP),” jelas Menteri Kominfo Rudiantara.


Cita-cita Bocah Obesitas Asal Kawarang, Ingin Bertemu Presiden Jokowi!

Program DTS terdiri dari 4 (empat) program akademi yaitu Fresh Graduate Academy (FGA), Coding Teacher Academy (CTA), Vocational School Graduate Academy (VSGA), dan Online Academy (OA).

Bidang pelatihan meliputi Cybersecurity, Cloud Computing, Big Data, Artificial Intelligence, Internet of Things, Machine Learning, Digital Skills, IT Essentials, Android, dan Programming Essentials in Python. Selain itu peserta juga dibekali softskill dan hardskill untuk menghadapi tantangan Revousi Industri 4.0.

Dalam penyelenggaraan DTS 2019, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk menyediakan mentor yang akan mengajar. Silabus materi yang diajarkan menggunakan standard perusahaan teknologi global yang turut bekerja sama, yaitu Amazon, Cisco, Google, dan Microsoft.

Jokowi Adu Panco dengan Kaesang, Ini Komentar Kocak Netizen

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman