logo


Mengapa Hanya Sedikit Negara yang Mempunyai Kapal Induk? Berikut 3 Alasannya!

Negara dengan kapal induk terbanyak adalah Amerika Serikat.

23 Juli 2019 06:04 WIB

Kapal Induk
Kapal Induk Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hingga saat ini, hanya segelintir negara di dunia yang tercatat mempunyai kapal induk alias Aircraft Carrier.

Kapal induk sendiri mempunyai kelebihan khusus yakni mampu menampung pesawat tempur sekaligus menjadi landasan pacu jet-jet militer. Selain itu, kapal induk juga dilengkapi dengan teknologi dan persenjataan berat baik untuk bertahan maupun menyerang.

Baca juga: Jika Ma'ruf Amin Jadi Presiden RI ke-8, Indonesia Akan Berubah Total!


Bukan Prabowo, AHY, RK, Sandiaga, Anies atau Ganjar! Orang Inilah yang Berpeluang Besar Menjadi Presiden RI ke-8...

Namun sayang, hanya segelintir negara yang mampu memilikinya. Berdasarkan data Global Fire Power, negara-negara tersebut adalah Amerika Serikat (24), Italia (5), Perancis (4), Jepang (4), Mesir (2), Australia (2), China (2), Thailand (1), Spanyol (1), Inggris (1), Korsel (1), Rusia (1) dan India (1).

Pertanyaannya, mengapa hanya sedikit negara yang mempunyai kapal induk? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 3 alasan utamanya!

1. Tidak Semua Negara Mampu Memproduksi - Kapal induk adalah kapal super besar dengan teknologi modern. Teknologi militer semacam ini hanya dimiliki negara-negara tertentu yang telah maju dalam hal militer seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China. Oleh karena itu, negara-negara kecil dan menengah tidak mampu untuk membuatnya.

2. Biaya Super Tinggi - Tidak hanya sulit untuk diproduksi, biaya pembuatan/pembeliannya pun sangat tinggi. Alih-alih menghabiskan miliaran dolar AS untuk satu kapal induk, banyak negara akan lebih memilih untuk membeli beberapa kapal fregat dan destroyer untuk memperkuat angkatan lautnya.

Selain itu, biaya operasional kapal induk juga luar biasa. Butuh ratusan hingga ribuan kru dan ahli-ahli tertentu untuk mengoperasikan kapal induk secara lengkap. Semua itu belum ditambah dengan biaya perawatan yang terbilang sangat mahal.

3. Tidak Punya Kepentingan - Selain masalah teknologi dan biaya, banyak negara memilih tidak mempunyai kapal induk karena tidak punya banyak kepentingan militer/keamanan di luar negeri.

Baca juga: Jika Ma'ruf Amin Jadi Presiden RI ke-8, Indonesia Akan Berubah Total!

Amerika Serikat sendiri sebagai pemilik kapal induk terbanyak memang mempunyai banyak kepentingan militer di luar negeri, seperti di Eropa hingga Semenanjung Korea. Oleh karena itu, kapal induk mutlak diperluan agar mobilisasi militer mudah dilakukan.

Jika Ma'ruf Amin Jadi Presiden RI ke-8, Indonesia Akan Berubah Total!

Halaman: 
Penulis : De Sukmono