logo


Jadi Aplikasi Kencan Populer, Tinder Berusaha Hindari Pajak Google

Perusahaan ini berusaha untuk tidak lagi mengandalkan Google dalam berjualan aplikasi Tinder.

21 Juli 2019 10:47 WIB

Tinder
Tinder merdeka.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Aplikasi kencan online, Tinder menjadi salah satu pembuat software jajaran atas. Perusahaan ini berusaha untuk tidak lagi mengandalkan Google dalam berjualan aplikasi Tinder. Untuk melakukan hal tersebut Tinder Match Group akan mendorong penggunanya untuk memasukkan detail kartu kreditnya langsung ke sistem Tinder.

Sebagaimana diketahui, tiga jenis model aplikasi yang ditawarkan di Google Play Store, gratis, berbayar dan gratis dengan pembayaran mikro di dalam aplikasi. Untuk jenis yang ketiga, Google akan mematok biaya 30 persen dari transaksi yang terjadi dalam aplikasi. Hal inilah yang ingin dihindari oleh Match Group pada aplikasi Tinder.

Langkah ini disebut-sebut mirip dengan yang dilakukan oleh Epic Games. Tahun lalu, Epic Games merilis gim Fortnite versi Android. Kendati begitu, Epic Gems tidak mengandalkan Google untuk memasarkan gim tersebut. Fortnite justru hanya dapat diunduh melalui situs resmi Epic Games.


Gak Harus Malam Hari, Kencan di Pagi Hari Justru Lebih Romantis Lho

Dilansir dari TheVerge (20/7), Tinder merupakan salah satu entitas yang paling banyak mendatangkan keuntungan untuk Match Group. Karena itu, Match Group berusaha untuk memperoleh pendapatan secara penuh dari aplikasi Tinder.

Biasanya, orang akan membayar di Tinder untuk berlangganan agar dapat menikmati beberapa fitur khususnya. Aplikasi ini menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak diunduh di Android dan iOS.

Belum diketahui apakah Google akan mengambil tindakan terkait langkah yang diambil Match Group ini. Untuk diketahui, Apple pernah melarang update aplikasi Spotify di iOS karena hal serupa.

Tingkatkan Kualitas, Oppo Janjikan Servis 1 Jam Selesai

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu