logo


Pengguna Netflix Mendadak Loyo, CEO Salahkan Kenaikan Harga

Untuk kali pertama, Netflix kehilangan pelanggan di kawasan AS.

19 Juli 2019 13:55 WIB

Netflix
Netflix Slickdeals

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Untuk kali pertama, Netflix kehilangan pelanggan di kawasan AS. Diperkirakan, lebih dari 130.000 pengguna hilang dari layanan streaming ini. Dan hanya mampu menjaring 2,7 juta pelanggan global. Padahal sebelum ini, Netflix memiliki target untuk mendapatkan 5 juta pelanggan.

Dilansir dari TheVerge (18/7), Reed Hastings, CEO Netflix menuding hal ini terjadi karena naiknya harga berlangganan Netflix. Kurangnya konten asli juga menjadi salah satu penyebab layanan ini kurang dapat menjaring pelanggan baru.

Baca juga: MediaTek Rilis Chipset Smartphone Gaming Pertamanya


Mediatek Perkenalkan Prosesor S900 Khusus Perkuat Smart TV

"Prediksi kami keliru di seluruh wilayah, tetapi sedikit lebih banyak di kawasan dengan kenaikan harga," tulis Hastings dalam sebuah surat yang ditujukan untuk para pemegang sahamnya.

"Kami tidak percaya kompetisi adalah faktor karena tidak ada perubahan materi dalam lanskap kompetitif selama kuartal kedua, dan intensitas kompetitif dan penetrasi kami bervariasi di seluruh wilayah."

Kabar itu serta merta menyebabkan turunnya saham Netflix. Surat yang ditujukan pada para pemegang saham itu bertujuan untuk menyatakan bahwa di dua kuartal selanjutnya akan ada pertumbuhan karena musim terbaru beberapa tayangannya mulai rilis, seperti Stranger Things, La Casa de Papel, The Crown dan Orange is the New Black.

Untuk diketahui, saat ini Netflix memang menjadi pemimpin di industri streaming, tetapi mau tak mau, Hasting dan jajaran eksekutif Netflix harus menyadari bahwa cepat atau lambat, kompetisi di sektor ini akan semakin berkembang. Disney dan Apple sedang bersiap untuk meluncurkan platform streaming mereka sendiri tahun ini.

Disney diprediksi akan menjadi saingan terberat Netflix. Pasalnya, Disney punya sejumlah besar katalog film yang sejak lama menjadi favorit banyak keluarga. Ditambah lagi, layanan ini hanya mematok harga sebesar USD6.99 per bulan.

The Lion King Diperkirakan Akan Raup USD180 Juta

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu