logo


Arteria Dahlan Akan Wakafkan Dirinya untuk Kawal Proses Hukum Pemukulan Hakim

“Saya mewakafkan diri untuk mengawal proses penegakan hukum ini"

19 Juli 2019 13:54 WIB

Arteria Dahlan.
Arteria Dahlan. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan mewakafkan dirinya untuk mengawal proses penegakan hukum kasus pemukulan yang dilakukan pengacara Tommy Winata yang memukul hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

“Saya mewakafkan diri untuk mengawal proses penegakan hukum ini. Indonesia negara hukum. Negara tidak boleh kalah apalagi dikalahkan oleh pengaruh kekuasaan apapun, baik oleh penguasa apalagi pengusaha,” ujar Arteria di Jakarta, Jumat (19/7).

Baca Juga: Pengacara Tommy Winata Pukul Hakim, Arteria Dahlan: Saya Mengutuk Keras Perbuatan Brutal


Arif Wibowo Resmi Pimpin Garuda Indonesia

Menurutnya, tindakan pelaku tidak hanya contemp of court dan perbuatan kriminal (pidana) saja, tetapi juga serangan langsung terhadap kedaulatan negara, khususnya Indonesia sebagai negara hukum.

“Jadi issuenya adalah issue konstitusionalitas, tidak sesederhana yang dipikirkan banyak orang, apalagi dilakukan oleh seorang advokat yang ber-officium nobile (profesi yang terhormat, pekerjaan yang mulia) sangat mengerti dan paham hukum,” katanya,

Dalam hal ini, Arteria menegaskan bahwa Hakim yang sedang bertugas di ruang persidangan, tidak hanya sekadar hakim, namun simbolisasi hadirnya negara dalam kontek penegakan hukum ditengah masyarakat.

Megawati dan SBY Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Dalam Rangka Apa?

“Jadi ini serangan langsung terhadap eksistensi Indonesia sebagai negara hukum. Ditambah lagi, sebagai advokat, pelaku seharusnya mengerti dan paham, bahwa dalam konteks pencarian keadilan, hakim dikonstruksikan sebagai ‘wakil Tuhan di dunia’, oleh karenanya setiap putusan pengadilan itu kan ada irah-irahnya berupa demi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa,” kata Arteria.

“Bahkan jika irah-irah tersebut tidak dicantumkan dalam putusan, maka putusannya batal demi hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 197 (2) KUHAP,” imbuhnya.

Politisi PDI Perjuangan ini berharap para hakim diseluruh wilayah NKRI ini tidak terpengaruh dengan kejadian ini.

Tuding Jokowi Lepas Tangan Kasus Novel, Permahi Layangkan Somasi Terbuka ke Presiden

Dia menyarankan kepada para hakim untuk tidak pernah ragu dan takut untuk menerjemahkan rasa keadilan dan pendidikan hukum di masyarakat melalui pertimbangan-pertimbangan hakim dalam putusannya.

Selain itu, dia mempersilahkan aparat penegak hukum untuk melakukan penyidikan dan fungsi-fungsi penegakan hukum terhadap pelaku dan juga terhadap organisasi profesi advokat terkait dengan aksi ‘cow boy’ tersebut.

“Dan kepada Komisi Yudisial untuk mencermati setiap fakta yang hadir dan turut mewarnai sehingga timbul aksi brutal oleh pelaku. Ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak dan pasfinya harus menjadi kejadian terakhir yang tidak boleh terulang kembali,” pungkasnya.

Wahh, Usai RUPS 6 Direksi Garuda Dicopot

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata