logo


Pengacara Tommy Winata Pukul Hakim, Arteria Dahlan: Saya Mengutuk Keras Perbuatan Brutal

“Terhadap pelaku saya minta dihukum seberat-beratnya"

19 Juli 2019 13:47 WIB

detik

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tindakan pengacara Tommy Winata yang memukul hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat disebut sebagai tragedi kemanusiaan dan bentuk kemunduran peradaban.

“Saya sedih, prihatin, kecewa dan mengutuk keras perbuatan brutal berupa pemukulan dan atau penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pengacara yang sedang beracara terhadap hakim di ruang persidangan,” ujar Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan, di Jakarta, Jumat (19/7).

Baca Juga: Megawati dan SBY Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Dalam Rangka Apa?


Tarif Pesawat Melambung, Politisi PDIP Kritik Menhub, "Ini Menterinya Tidak Punya Perasaan"

Arteria menegaskan bahwa kasus ini harus diusut dengan tuntas. Pasalnya, pengadilan khususnya ruang persidangan harus terbebas dari perilaku teror, intimidatif apalagi aksi kekerasan.

“Terhadap pelaku saya minta dihukum seberat-beratnya, tidak boleh ada justifikasi atau penghalalan perbuatan kriminal terhadap hakim yang sedang melaksanakan tugasnya di ruang persidangan,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan bahwa tindakan pelaku tidak hanya contemp of court dan perbuatan kriminal (pidana) saja, tetapi juga serangan langsung terhadap kedaulatan negara, khususnya Indonesia sebagai negara hukum.

Tuding Jokowi Lepas Tangan Kasus Novel, Permahi Layangkan Somasi Terbuka ke Presiden

“Jadi isunya adalah isu konstitusionalitas, tidak sesederhana yang dipikirkan banyak orang, apalagi dilakukan oleh seorang advokat yang ber-officium nobile (profesi yang terhormat, pekerjaan yang mulia) sangat mengerti dan paham hukum,” tuturnya.

Dia berharap semua pihak untuk menyamakan persepsi bahwa semua penegak hukum yang sedang melaksanakan fungsi dan tugas penegakan hukum harus terlindungi.

“Apalagi seorang hakim yang sedang bertugas mengimplementasikan fungsi kekuasaan kehakiman yang bebas dan terlepas dari pengaruh kekuasaan manapun. Oleh karena itu, tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun juga, siapapun yang melakukan penganiayaan terhadap penegak hukum, khususnya terhadap hakim yang sedang bertugas,” pungkasnya.

Arteria Dahlan Komentari Dikabulkannya Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata