logo


Desak Anies Bertindak Soal Aktivitas Diskotik T10, PMDK: Jangan Hanya Janji-janji Saja

“Seharusnya Anies bertindak dong. Jangan tunggu desakan masyarakat baru mau bergerak"

18 Juli 2019 10:00 WIB

Pemoeda Moeslim Djaya Karta (PMDK) mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal aktivitas Diskotik T 10
Pemoeda Moeslim Djaya Karta (PMDK) mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal aktivitas Diskotik T 10 Jitunews/Khairul

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemoeda Moeslim Djaya Karta (PMDK) mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersikap dan membentuk tim khusus untuk memantau aktivitas Diskotek T10 yang berlokasi di kawasan Taman Sari Jakarta Barat secara berkala.

Mengingat sebelumya beredar di media sosial maupun pemberitaan di media online diduga tempat hiburan malam tersebut melegalkan peredaran narkotika.

Baca Juga: Muncul Fenomena Topi Awan di Puncak Rinjani, BMKG Peringatkan, "Itu Berbahaya...."


Keren Banget! Kalau Anies Baswedan Jadi Presiden RI ke-8, Berarti 7 Hal Ini...

Desakan ini disampaikan oleh ratusan massa PMDK saat melakukan aksi unjuk rasa di kantor Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (17/7).

“Seharusnya Anies bertindak dong. Jangan tunggu desakan masyarakat baru mau bergerak. Anies jangan hanya janji-janji saja tetapi buktikan,” ujar Humas PMDK, Dava saat berorasi.

Menurutnya, adapula pihak-pihak yang sengaja ingin menggagalkan gerakan Pemoeda Moeslim Djaya Karta dengan berusaha mendekati sebagian anggota PMDK.

Soal Kasus 'Ikan Asin', Lucinta Luna ke Barbie, "Mungkin Ini Karmanya Kali ya"

Tujuannya agar PMDK tak melakukan aksi unjuk rasa mendesak Anies tindak lanjuti soal desas desus kabar mengenai Diskotek T10. Hal ini patut menimbulkan tanda tanya.

“Lalu kenapa dari pihak Diskotek T10 datang untuk mendekati kawan-kawan kami (PMDK). Upaya ini (pihak Diskotek T10 mendekati PMDK) menimbulkan tanda tanya ada apa? Jadi, Anies harus segera bertindak karena menindak tempat hiburan bermasalah itu adalah janji Anies saat kampanye,” katanya.

Dava juga menekankan, sebaiknya Anies segera mencopot Kepala Dinas Pariwisata DKI serta para kepala seksinya diganti dengan yang baru. Pasalnya dinilai tak mampu melakukan sistem pengawasan dengan baik dan benar.

Wah, Prabowo Kirim Surat ke Neno Warisman, Apa Isinya?

“Copot saja semuanya. Mereka kan dibayar negara untuk kerja. Masak harus rakyat yang turun melakukan pengawasan, lalu apa kerjanya. Harusnya ketika mendengar informasi Dinas Pariwisata itu secara diam-diam melakukan pemantauan dan mengumumkan ke awak media,” tukasnya.

Kalau Anies Baswedan Jadi Presiden, 8 Hal Ini Akan Terjadi!

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata