logo


Ditreskrimsus Polda Kalbar Bongkar Kasus Penipuan Online

Polda Kalbar akan melakukan langkah digital forensik terhadap jaringan komunikasi pelaku untuk menelusuri jejak transaksi

18 Juli 2019 09:36 WIB

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi, Didi Haryono, saat Press Conference di Mapolda Kalbar, Rabu (17/7/2019)
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi, Didi Haryono, saat Press Conference di Mapolda Kalbar, Rabu (17/7/2019) Jitunews/Ngadri

PONTIANAK, JITUNEWS.COM - Kasus kejahatan pencurian identitas atau menggunakan data orang lain dalam pengajuan pinjaman dana daring (online) diungkap Ditreskrimsus Polda Kalbar. Pelaku berinisial RHS (36) warga Pontianak Utara ini meraup keuntungan ratusan juta rupiah dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) masyarakat.

Pengungkapan kasus ini disampaikan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi, Didi Haryono, saat Press Conference di Mapolda Kalbar, Rabu (17/7/2019).

Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat yang merasa dirugikan karena telah menjadi korban. Mereka merasa tidak pernah memanfaatkan jasa paylater (pinjaman) namun mendapat tagihan.


Ditresnarkoba Polda Kalbar Sita 25 Kg Narkotika Jaringan Malaysia

“Dari hasil penyelidikan, pelaku RHS ini selama bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2019 mencari masyarakat meminta foto KTP dan foto wajah pemilik KTP. 80 orang masyarakat yang ia kantongi KTP dan foto wajahnya, 70 orang berhasil terdaftar di aplikasi. Jadi setelah meminta identitas masyarakat, pelaku memberikan uang atau imbalan sebesar 100 ribu,” kata Didi.

Setelah pelaku mendapatkan KTP beserta foto wajah pemilik KTP, dengan menyiapkan satu buah sim card pelaku meng-upload identitas masyarakat tersebut kesalah satu aplikasi online yang menyediakan fitur Paylater. Setelah identitas tersebut terdaftar maka akan mendapatkan poin secara bervariasi dari 1 juta hingga 8 juta dalam bentuk poin tiket pesawat atau kamar hotel.

“Saat point sudah pelaku dapati, maka ia menjualnya point tersebut melalui Facebook dengan harga 50% dari aplikasi. Misal tiket pesawat 1,6 juta maka pelaku menjual 800 ribu. Total keuntungan pelaku 350 juta lebih,“ ujarnya.

Dalam pengembangan kasus ini, Polda Kalbar akan melakukan langkah digital forensik terhadap jaringan komunikasi pelaku untuk menelusuri jejak transaksi atau jaringan dengan kejahatan yang sama.

Ditresnarkoba Polda Kalbar Sita 25 Kilogram Narkotika Jaringan Malaysia

Halaman: 
Penulis : Ngadri, Aurora Denata