logo


Bahas Ijtimak Ulama Lanjutan, Peneliti: Kekuatan Penekan yang...

Ijtimak Ulama sudah beberapa kali digelar.

18 Juli 2019 07:22 WIB

Prabowo cium anak-anak saat ijtima ulama III
Prabowo cium anak-anak saat ijtima ulama III pantau.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Setelah terakhir digelar beberapa bulan lalu, Ijtimak Ulama akan kembali digelar dalam waktu dekat.

Salah satu penggerak kegiatan tersebut adalah Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama yang dipimpin Yusuf Martak.

Baca juga: Garang! Berikut 13 Negara Pemilik Kapal Induk! Salah Satunya dari Asia Tenggara Loh?


Catat! Inilah 4 Ciri Presiden Indonesia Terpilih Hasil Pilpres Langsung! Salah Satunya Selalu...

Melihat hal tersebut, Peneliti Populi Center Rafif Pamenang Imawan menilai Ijtimak Ulama ke-4 ini sebenarnya bermuatan politis.

"Rencana Ijtimak Ulama pada dasarnya digunakan sebagai upaya untuk tetap membuat kekuatan penekan yang terdapat dalam gerakan 411 maupun 212 tetap terkonsolidasi," tegas Rafif seperti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (18/7).

GNPF Ulama sendiri juga sekaligus mengingatkan bahwa kelompoknya masih tetap eksis dan berpengaruh di dunia politik Indonesia.

"Ini berkaitan dengan agenda upaya untuk mengirimkan pesan bahwa kelompok ini masih relevan dan menjadi kekuatan alternatif di luar partai politik," jelasnya.

Namun, Rafif meragukan kekuatan kelompok satu ini karena terbukti pengaruhnya tidak terlalu besar pada perolehan suara Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Baca juga: Simak! Berikut Urutan Nine Red Scabbards Mulai dari yang Terkuat dan Alasannya!

"Ijtimak pada dasarnya hanya menambah keyakinan dari pemilih Prabowo yang memang sejak awal sudah mantap pilihannya. Jadi, kuat tidaknya, tergantung bagaimana kelompok ini mencoba tetap relevan dengan isu-isu yang telah dibangun. Jika tidak, akan rontok dengan sendirinya," pungkasnya.

Aneh! Wakil Presiden RI Terpilih 2004, 2009, 2014, dan 2019 Selalu...

Halaman: 
Penulis : De Sukmono