logo


Kementerian Koperasi dan UKM: Terjadi Peningkatan Kontribusi Perempuan pada Ekonomi Indonesia

Peningkatan tersebut tak terlepas dari kerja keras dari Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI)

17 Juli 2019 14:30 WIB

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Yuana Sutyowati
Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Yuana Sutyowati Doc Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Yuana Sutyowati mengapresiasi kepada Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) yang menjadi mitra strategis pemerintah dalam pelaksanaan program/kegiatan pemberdayaan perempuan di berbagai bidang.

“Peningkatan kontribusi perempuan dalam perekonomian Indonesia dapat lebih ditingkatkan lagi. Apabila Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menjadi 64% maka akan tercipta 20 juta angkatan kerja semi skilled dan skilled baru," ujar Yuana dalam acara Halal bi Halal PPLIPI dan Pemberian Permodalan Kepada 300 Pelaku UKM, di Jakarta, Senin (15/7).

Yuana menekankan pentingnya perubahan mindset untuk meningkatkan peran perempuan dalam perekonomian dan gender equality dan pentingnya para pelaku UMKM untuk mengikuti perkembangan IT dalam berusaha.


Menkop UKM Berikan Penghargaan Koperasi Berprestasi dan Jasa Bakti Koperasi

“Berdasarkan survey Google Indonesia wirausaha yang menggunakan digital mengalami perkembangan bisnis 80% lebih cepat dibandingkan bisnis yang dilakukan secara manual," katanya.

Dalam hal ini, Yuana juga menyampaikan berbagai program pembiayaan yang diberikan pemerintah untuk membantu pembiayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) Indonesia seperti program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 7%, program Wirausaha Pemula untuk Startup Capital dan dana bergulir Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir – KUMKM (LPDB - KUMKM) yang dilengkapi pula dengan bantuan layanan pemasaran oleh Lembaga Layanan Pemasaran – Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP – KUKM).

“Saya berharap, PPLIPI untuk ikut serta mendukung pembentukan koperasi karena saat ini Pemerintah telah melakukan reformasi Koperasi,” tuturnya.

Dia berharap agar pemberdayaan UMKM untuk mewujudkan ekonomi inklusif dan berkelanjutan dapat terwujud melalui sinergi para stakeholders, Pemerintah Pusat dan Daerah, dunia usaha, serta lembaga terkait lainnya seperti PPLIPI termasuk Asosiasi UMKM.

Sementara itu, Ketua Umum PPLIPI Indah Suryadharma Ali mengatakan, 300 UMKM yang hari ini memperoleh tambahan bantuan modal merupakan UMKM pilihan yang dipilih secara selektif dari 3.000 penerima bantuan tahun sebelumnya.

"Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terus memberikan dukungan kepada PPLIPI selama ini," kata Indah.

Gelar Penyuluhan Perkoperasian, Kemenkop Berharap Nilai Tambah Hasil Produksi Meningkat

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Raka Kisdiyatma