logo


Pascagempa di Maluku Utara, Kementerian PUPR Lakukan Penanganan Tanggap Darurat

“Kami sangat concern dengan air bersih"

17 Juli 2019 14:14 WIB

Tanggap darurat Kementerian PUPR pascagempa Maluku Utara
Tanggap darurat Kementerian PUPR pascagempa Maluku Utara ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan upaya penanganan tanggap darurat pascabencana gempa di Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara yang terjadi pada tanggal 14 Juli 2019. Gempa yang mengguncang beberapa kali itu mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan korban jiwa akibat tertimpa runtuhan bangunan.

Baca Juga: Akui Sedih, Mendagri: Selama 74 Tahun Kita Merdeka Tapi Masih Ada Aja....

Bantuan tanggap darurat disalurkan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya berupa layanan air bersih dan sanitasi, termasuk fasilitas MCK darurat ke lokasi-lokasi pengungsian korban bencana gempa di Kabupaten Halmahera Selatan.


Sebelum Gempa Bali, Warga Dihebohkan Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Batu Bolong

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dalam masa tanggap darurat, yang paling penting adalah ketersediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi untuk keperluan sehari-hari bagi para korban dan pengungsi.  

“Kami sangat concern dengan air bersih terutama di tempat-tempat pengungsian. Kita juga manfaatkan instalasi pengolahan air minum (IPA) terdekat maupun IPA mobile  untuk mensuplai air bersih, khususnya ke posko pengungsian," kata Menteri Basuki.

Bamsoet Bertemu Jokowi, Wasekjend Golkar Nilai Ada Persaingan Perebutan Kekuasaan

Bantuan secara bertahap disalurkan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku Utara sejak 15 Juli 2019. Peralatan yang digunakan berupa 1 unit Mobil Tangki Air, 2 unit WC Darurat, 2 unit profil tank, 1 unit genset, dan 5 unit tenda darurat. Seluruh peralatani didistribusikan langsung ke lokasi terdampak bencana.

Dari hasil identifikasi sementara berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan, kerusakan rumah warga tersebar di sejumlah desa di wilayah Gane dan Bacan diantaranya di Desa Ranga-Ranga 300 unit,  Desa Gane Dalam  380 unit, Desa Sawat  6 unit,  Desa Gaimu  10 unit, Desa Kuo  10 unit, Desa Liaro  20 unit,  Desa Tomara  40 unit, dan  Desa Tanjung  Jere 2 unit. Gempa juga menyebabkan 2 sekolah dan 1 rumah ibadah di Desa Ranga-Ranga rusak berat dan 3 sekolah serta 1 masjid di Desa Gane rusak berat

Pascagempa Halmahera Selatan, 971 Rumah Rusak Berat

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata