logo


Komite K2 Paparkan Penyebab Runtuhnya Formwork Pierhead Tol BORR

Kementerian PUPR melalui Komite K2 dan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) telah melakukan evaluasi atas insiden keruntuhan sistem Shoring dan Formwork

17 Juli 2019 14:03 WIB

Dirjen Bina Konstruksi selaku Ketua Komite K2 Syarif Burhanuddin
Dirjen Bina Konstruksi selaku Ketua Komite K2 Syarif Burhanuddin Kementerian PUPR

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2) dan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) telah melakukan evaluasi atas insiden keruntuhan sistem Shoring dan Formwork Pierhead P109 pada proyek pembangunan Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) tahap 2 seksi 3A yang terjadi pada hari Rabu, 10 Juli 2019 pukul 05.15 WIB.

Pembangunan Tol BORR dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol PT Marga Sarana Jabar selaku pemilik proyek, dengan kontraktor pelaksana PT Pembangunan Perumahan (Persero) dan PT Indec KSO PT Eksapindo selaku konsultan Manajemen Konstruksi (MK). Evaluasi pendahuluan dilaksanakan di lapangan segera setelah kejadian dan pembahasan lanjutan secara mendalam pada Jumat, 12 Juli 2019 dan Senin, 15 Juli 2019 di Kantor Kementerian PUPR.

Dirjen Bina Konstruksi selaku Ketua Komite K2 Syarif Burhanuddin mengatakan berdasarkan evaluasi tersebut, penyebab runtuhnya sistem shoring dan formwork pada Pierhead no 109 tersebut adalah karena (a) lemahnya pengendalian/pengawasan atas desain dan konstruksi struktur shoring dan formwork; (b) defisiensi atas desain dan pemasangan struktur sistem shoring dan formwork yang terdiri dari 4 (empat) tipe.


Bikin Macet Saat Arus Mudik, Kementerian PUPR Evaluasi Desain Rest Area

Dari evaluasi yang dilakukan, Komite K2 mengeluarkan rekomendasi yakni;
pertama, PT Marga Sarana Jabar selaku pemilik proyek harus melakukan kontrol dengan ketat terhadap Kontaktor Pelaksana dan Konsultan MK agar mereka menjalankan seluruh tugas, tanggung jawab, dan kewenangan setiap pihak sebagaimana diatur dalam standar kontrak yang berlaku.

Kedua, PT Pembangunan Perumahan (persero), Tbk selaku Kontraktor Pelaksana untuk melaksanakan program K3 secara konsisten, dan segera membuat Job Safety Analysis (JSA) yang berdasarkan method statement, serta melakukan sosialisasi kepada pekerja sebelum pekerjaan dilakukan.

Ketiga, PT Pembangunan Perumahan (persero), Tbk selaku Kontraktor Pelaksana untuk segera melakukan pemeriksaan ulang terhadap shoring dan formwork lainnya yang sudah terpasang, dan melakukan perkuatan tambahan yang didukung dengan analisis pembebanan yang komprehensif dan disertai data material yang lengkap untuk memberikan keamanan kepada pengguna jalan dan pekerja.

Keempat, Untuk lokasi pekerjaan pierhead yang belum dipasang shoring dan formwork, agar mengganti metode kerja yang lama dengan metode lain yang lebih stabil sesuai dengan peraturan perencanaan yang berlaku.

Tiang Pancang Tol BORR Ambruk, PUPR: Harus Kena Sanksi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata