logo


GARBI Disebut Gagal Gembosi Suara PKS, Begini Tanggapan Fahri Hamzah

Berikut pernyataan lengkapnya

17 Juli 2019 13:50 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI), Fahri Hamzah menanggapi langsung pernyataan Pernyataan kader PKS Ubedilah Badrun bahwa yang menyebut Garbi yang akan bertransformasi menjadi partai politik tidak akan mampu menggembosi barisan pemilih PKS.

Dia menilai Ubedilah Badrun yang juga berprofesi sebagai pengamat politik itu adalah kader baru di PKS.

Fahri mengaku bahwa dirinya merupakan salah satu pendiri PKS (sebelunya bernama Partai Keadilan), yang saat itu tanpa ada tokoh sama sekali. PKS berdiri pada 20 April 1998 yang berawal dari gerakan aktivitas dakwah Islam sejak 1980-an.


Politikus PSI Heran Akan Dipolisikan, Demokrat: Memang Kalau Tak Sebut Nama, Kamu Tidak Salah?

"Sebab dulu kami dirikan partai tanpa tokoh. Sehabis demo, saya langsung jadi deklarator. Jadi menjual ide itu yang penting. Nah, kita punya ide-nya. Buat apa tokoh tanpa ide?,” ujar Fahri di Jakarta, Selasa (17/7).

Dalam hal ini, Fahri mengatakan bahwa kemunculan GARBI di berbagai daerah merupakan bentuk kegelisahan kolektif atas kondisi bangsa Indonesia saat ini.

"Kegelisahan tersebut dalam hal krisis pemahaman konstitusi, demokrasi, dan reformasi. Selain itu, kegelisahan karena para pemimpin tidak memiliki pengetahuan yang cukup arti demokrasi dan transisi," tuturnya.

Selain itu, dia menilai krisis kepemimpinan nasional juga menjadi hal yang disoroti. Sebab, Indonesia membutuhkan pemimpin yang memiliki kemampuan memadai bagi kebangkitan rakyat.

"Kita ingin Indonesia keluar dari transisi, terbang bagai rajawali melanglang buana mencakar bumi sehingga menjadi bangsa besar seperti negara lain yang pendapatan perkapitanya jauh dari kita," pungkasnya.

Sebelumnya Ubedilah Badrun mengatakan, ketokohan Fahri Hamzah dan eks Presiden PKS Anis Matta yang merupakan punggawa GARBI dinilai gagal menggerus barisan massa yang memilih PKS di Pileg 2019.

Menurutnya Tokoh-tokoh yang tergabung di dalam GARBI, bukan merupakan politisi yang memiliki keuangan yang cukup besar.

Bamsoet Bertemu Jokowi, Wasekjend Golkar Nilai Ada Persaingan Perebutan Kekuasaan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Raka Kisdiyatma