logo


Sebabkan Atlantis Tenggelam, Gunung Api Ini Diprediksi Akan Meletus Kembali, Bahayakah?

Gunung ini meletus dan mengakibatkan tsunami setinggi 12 meter

17 Juli 2019 09:49 WIB

Ilustrasi gunung meletus
Ilustrasi gunung meletus Kompasiana.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tak banyak yang tahu dengan keberadaan gunung api ini, gunung berapi yang terletak di Santorini, Laut Aegea, Yunani ini, 3.600 tahun lalu telah menyebabkan Kota Atlantis tenggelam.

Pada saat itu, gunung ini meletus dan mengakibatkan tsunami setinggi 12 meter yang menyapu bersih peradaban Minoa di Yunani dan hingga sekarang masih menjadi misteri soal keberedaan kota Atlantis yang hilang ini.

Baca Juga: Jangan Disepelekan, Keracunan Air Efeknya Mengerikan!


Ini Alasan Kenapa Kucing Disebut Punya 9 Nyawa

Sering Dituduh Murtad, Ini Pembelaan Salmafina, "Jujur Aku Kuat Banget di Sini, Hatiku Damai"

Kini, gunung tersebut kembali tunjukkan tanda-tanda akan meletus. Dalam 1,5 tahun terakhir, ruang magma di bawah pulau gunung tersebut menggelembung sebesar 20 juta meter kubik.

Efeknya, magma raksasa ini menyebabkan pulau naik setinggi 14 sentimeter. Hal ini dibenarkan dalam penelitian yang dilakukan oleh David Pyle dari Oxford University.

"Sebelumnya kami sama sekali tidak tahu perilaku gunung api itu selama periode jeda antar erupsi. Saat ini, sepertinya ruang magma di bawah gunung berapi seperti Santorini tumbuh makin besar," ujar David yang telah diwartakan Naviri.com (2/6).

Putuskan Berdamai, Ini yang Dilakukan Dewi Persik dan Rosa Meldianti

Tak hanya menaikkan pulau, aktivitas  gunung api ini juga memunculkan gempa bumi kecil. Berbagai aktivitas seismik ini diyakini akan memicu erupsi dan waktu dekat.

Tenang, jika gunung ini kembali meletus, menurut para peneliti efeknya tidak sebesar saat menenggelamkan Atlantis. Pasalnya, ukurannya jauh lebih kecil.

"Santorini memang terkenal dengan letusan dahsyatnya di masa lalu. Namun, erupsi sebesar itu mungkin hanya terjadi tiap 20.000 tahun," sambungnya.

Pakar Geologi Temukan Gunung Api Raksasa di Bawah Laut Sumatera, "Tak Ada Gunung Setinggi Ini"

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata