logo


Operator Akan Dukung Pemerintah untuk Memblokir IMEI Ponsel BM

"Kita mendukung pemerintah," kata Ririek Adriansyah, ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) di Jakarta (15/7).

15 Juli 2019 16:35 WIB

IMEI Smartphone
IMEI Smartphone Blog Alfacart

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Seperti yang diketahui bahwa aturan pemblokiran IMEI sedang digodok dan saat ini suah dalam tahap finalisasi. Aturan yang dirancang oleh tiga kementerian meliputi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Kementerian Perdagangan (kemendag) itu merupakan upaya untuk memberantas ponsel black market (BM) yang dinilai ilegal untuk dipasarkan di Indonesia.

Aturan ini akan melibatkan operator Tanah Air yang nantinya akan menghentikan akses ke jaringan seluler maupun internet untuk ponsel BM. Namun hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari kementerian terkait, tentang peran operator dalam aturan yang akan diteken 17 Agustus tersebut.

Baca juga: Redmi Kembali Hadirkan Smartphone Android Murah di Tanah Air, Cuma Sejutaan!


Apple Akan Kembalikan Fitur Touch ID untuk iPhone Generasi Selanjutnya

"Kita mendukung pemerintah. Namun mekanisme perlu juga (dibahas). Ada kepentingan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara terutama dari biaya masuk (ponsel) ilegal. Tapi kan ada stakeholder yang lain. Satu dari masyarakat, kedua operatornya. Jadi perlu secara komprehensif untuk dianalisa gimana yang paling bagus," kata Ririek Adriansyah, ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Jakarta, dikutip dari Tek.id, Senin (15/7).

Lebih lanjut Ririek meminta pemerintah untuk tidak membebankan operator atas investasi untuk pemblokiran IMEI. Pasalnya, kebijakan ini nantinya juga akan membantu pemerintah meningkatkan pendapatan negara.

"Itu harus dilihat juga, karena jangan sampai membebani industri secara berlebihan. Belum ada detailnya, tapi poinnya adalah setiap operator siap mendukung aturan itu," ujarnya.

"Namun masih perlu ada analisa komprehenshif, termasuk melindungi kepentingan masyarakat yang ponselnya lama tak diganti ganti, IMEI-nya harus diapakan. Ini yang harus dibicarakan," tutupnya.

Redmi Kembali Hadirkan Smartphone Android Murah di Tanah Air, Cuma Sejutaan!

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu