logo


Gerindra Sebut Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo Terlalu Berlebihan

Berikut pernyataan lengkapnya

15 Juli 2019 16:15 WIB

Joko Widodo dan Prabowo Subianto bertemu, Sabtu (13/7)
Joko Widodo dan Prabowo Subianto bertemu, Sabtu (13/7) Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi Partai Gerindra, Sodik Mujahid mengatakan rekonsiliasi antara kubu Joko Widodo (Jokowi) dengan kubu Prabowo Subinto yang marak diperbincangkan akhir-akhir ini terlalu berlebihan.

“Soal Rekonsiliasi sendiri, saya pikir kita agak berlebihan. Berlebihan kenapa, karena ketika seseorang sudah lepas kontestasi, orang sudah bertanding, antara Barcelona dengan Real Madrid yang sudah selesai, cukup dengan bersalaman dilapangan lalu selesai,” kata Sodik di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/7).

Menurutnya rekonsiliasi perlu dilakukan apabila ada hal-hal yang keluar dari isi 4 Pilar Kebangsaan.


JK Sebut Pertemuan Jokowi dan Prabowo Beri Contoh Baik Bagi Generasi Muda

“Perlu ada Rekonsiliasi, jika katakanlah ada yang pernah keluar dari empat pilar itu, ada yang memisahkan diri, kembali ke NKRI, nah baru rekonsiliasi,” jelasnya.

Dalam hal ini, Sodik menegaskan tidak ada kewajiban melakukan rekonsiliasi selama masih dalam kerangka isi 4 Pilar Kebangsaan tersebut.

“Tidak harus rekonsiliasi jika masih empat pilar. Kami Gerindra untuk bangsa walaupun kemarin bapak Prabowo di-bully habis, tetapi beliau mengorbankan untuk misi yang lebih besar lagi jadi semua rakyat Indonesia,” tuturnya.

“Saya katakan bahwa Bung Karno saat akan Proklamasi sempat diculik , kerana ada yang tidak paham tentang visi misi dan itu adalah biasa,” pungkasnya.

Bicara Kisah Jokowi-Prabowo, Demokrat: Pesan Moralnya, Jangan Anggap Remeh

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Raka Kisdiyatma