logo


"Kekuatan Super" Prabowo Subianto, Apakah itu?

Jarang orang memiliki kekuatan tersebut.

15 Juli 2019 07:00 WIB

Joko Widodo dan Prabowo Subianto bertemu, Sabtu (13/7)
Joko Widodo dan Prabowo Subianto bertemu, Sabtu (13/7) Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Di dunia, banyak orang siap menang akan tetapi tidak siap kalah. Buktinya, banyak orang sulit memberikan ucapan selamat atau mengakui kemenangan orang lain.

Sikap ini bahkan pernah ditunjukkan beberapa tokoh nasional terutama ketika berurusan dengan politik.

Lebih parahnya lagi, ada yang sampai stres dan depresi hingga bunuh diri ketika tahu dirinya kalah dalam suatu kompetisi. Contohnya adalah para caleg yang "menggila" setelah gagal dalam pileg dan kandidat yang "apes" dalam pilkada lalu marah-marah.


Prabowo Bangun dari "Tidur Panjang", Netizen: Sosok Seperti Bapak lah Seharusnya Presiden Negara +62 Ini!

Namun, ada satu orang yang terbukti berjiwa besar. Tak hanya mampu mengakui kekalahan, tokoh satu ini juga selalu memberikan selamat kepada pihak yang menang meski dirinya kalah. Siapakah dia? Jawabannya adalah Prabowo Subianto!

Sekilas mungkin terlihat biasa, padahal jika benar-benar diteliti, butuh 2 "kekuatan super" agar Prabowo mampu melakukannya. Kekuatan apakah itu?

Pertama adalah "jiwa super besar". Mengapa? Karena kekalahan Prabowo selama ini bukanlah kekalahan biasa. Ingat! Prabowo bukan kalah di tingkat desa atau tingkat provinsi, tapi kalah di tingkat nasional; pemilihan presiden.

Selain itu, Prabowo kalah dengan selisih yang tipis plus dari orang yang lebih "junior" dari dirinya. Tanpa "jiwa super besar", Prabowo tidak akan mampu mengakui kekalahan itu dan memberikan ucapan selamat.

Selanjutnya, Prabowo juga mempunyai "mental super baja". Buktinya, Ketua Umum Partai Gerindra ini tidak pernah tampak stress atau depresi meski telah kalah 3 kali dalam pilpres. Tiap kalah, Prabowo selalu tersenyum, masih tetap lantang berteriak, dan menyatakan siap berjuang.

Padaha di tempat lain, banyak orang depresi ketika gagal menjadi caleg. Di banyak berita juga disebutkan pengusaha stres berat karena usahanya gagal. Ironisnya, banyak juga yang bunuh diri hanya karena masalah cinta!

Kesimpulannya, menjadi pemenang butuh banyak pengorban. Namun menjadi pihak yang kalah dan mau menerima kekalahan serta mampu terus bangkit dan tetap bersemangat, ternyata butuh pengorbanan yang jauh lebih besar. Pengorbanan itu pun harus ditambah dengan "kekuatan super" yang luar biasa.

Dalam hidup, manusia tidak bisa terus selalu menang. Ada saatnya, seorang pemenang pun kelak akan merasakan kekalahan. Bagaimana cara mengatasi kekalahan? Bagaimana caranya bangkit dari kekalahan besar? Bagaimana caranya agar tetap tegar dan semangat meski terus menerus kalah? Mungkin Prabowo adalah salah satu orang yang paling tahu rasanya dan tahu cara mengatasinya.

Setuju Kawan Jitu?

Bagaimana Kabar Situs Situng KPU? Cek di Sini!

Halaman: