logo


Prabowo Dituduh Penghianat, Dahnil: Demi Kepentingan Bangsa dan Negara

Dahnil Anzar Simanjuntak, percaya bahwa keputusan Prabowo Subianto untuk bertemu dengan presiden terpilih, Joko Widodo, kemarin didasari kepentingan bangsa dan negara.

14 Juli 2019 18:37 WIB

Dahnil Anzar Simanjuntak
Dahnil Anzar Simanjuntak Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Eks Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Dahnil Anzar Simanjuntak, percaya bahwa keputusan Prabowo Subianto untuk bertemu dengan presiden terpilih, Joko Widodo, kemarin didasari kepentingan bangsa dan negara.

Dahnil merasa yakin bahwa Prabowo tidak akan pernah mengkhianati para pendukungnya hanya untuk memenuhi kepentingan pribadi, seperti misalnya tawaran jabatan di pemerintahan.

"Kepentingan beliau adalah untuk kepentingan bangsa yang lebih luas. Saya percaya penuh dengan komitmen kebangsaan pak Prabowo. Beliau tidak akan pernah mengkhianati harapan para pendukungnya untuk hanya sekedar kursi menteri misalnya," ucap Dahnil dalam video yang diunggah di akun YouTube pribadinya, dilansir dari CNNIndonesia, Minggu (13/7).


Habib Rizieq 'Dicuekin' saat Rekonsiliasi, Ini Kata FPI

Dahnil mengatakan alasan Prabowo bertemu Jokowi kemarin adalah untuk menghapus dendam politik di masa depan, terutama antara para pendukung keduanya.

Selain itu, ia juga memaparkan keputusan Prabowo bertemu rivalnya di pemilihan presiden April lalu itu merupakan upaya untuk 'menyelamatkan bangsa terutama pihak-pihak yang rentan tertuduh dan termarginalisasi.'

"Termasuk salah satunya ketika saya melontarkan pentingnya pemerintah membuka portal kepulangan Habib Rizieq Shihab," kata Dahnil.

Dalam video itu, Dahnil menuturkan rencana kepulangan Rizieq memang menjadi salah satu permintaan Prabowo dalam upaya rekonsiliasinya dengan Jokowi. Sebab, menurutnya, ketegangan hingga dendam politik di kalangan masyarakat pasca-pemilu bisa mereda jika pemerintah mau memulangkan sang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu.

Wakil Ketua RSPN Apresiasi Pertemuan Jokowi-Prabowo di Ruang Publik

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu