logo


Berbasis Budidaya Kawasan, KKP Luncurkan Kawasan Pengembangan Tambak Ikan Kakap Putih

Lokasi pertama yang terpilih adalah di Kabupaten Pinrang dan Maros, Provinsi Sulawesi Selatan

11 Juli 2019 19:07 WIB

Peluncuran kawasan pengembangan tambak ikan kakap putih pertama di Indonesia, di Kabupaten Pinrang dan Maros, Provinsi Sulawesi Selatan
Peluncuran kawasan pengembangan tambak ikan kakap putih pertama di Indonesia, di Kabupaten Pinrang dan Maros, Provinsi Sulawesi Selatan ist

MAKASSAR, JITUNEWS.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan kawasan pengembangan tambak ikan kakap putih pertama di Indonesia. Kabupaten Pinrang dan Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Untuk mendukung program tersebut, sepanjang tahun 2018-2019 sebanyak 1,08 juta ekor benih ikan kakap putih telah disalurkan kepada kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di Pinrang dengan luas kawasan 1.068 ha dan 384 ribu ekor benih kakap putih di Maros di kawasan seluas 300 hektar. Setidaknya sebanyak 1.950 ton ikan kakap putih diharapkan kedepan dapat diproduksi dari kawasan ini tiap tahunnya.

Baca Juga: Agar Bensin Tak Boros, Ini Trik Mudah yang Harus Kamu Lakukan!

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam arahannya pada kegiatan tersebut (Rabu 10/07) mengatakan bahwa program peningkatan produksi perikanan budidaya berbasis kawasan dengan komoditas andalan terus digalakkan oleh KKP. Hal ini terang Slamet, tidak terlepas dari komitmen KKP untuk terus menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam kegiatan budidaya sekaligus sebagai strategi peningkatan produksi ikan nasional.


KKP Apresiasi Komitmen Penerapan Budidaya Berkelanjutan dalam Budidaya Tilapia

Pengembangan perikanan budidaya berbasis kawasan lanjut Slamet, akan memberikan manfaat baik secara lingkungan, manajemen maupun pemasaran.

“Dengan konsep kawasan, prinsip-prinsip budidaya berkelanjutan akan lebih mudah diterapkan. Kelompok dapat menjaga lingkungan budidayanya. Tata letak tambak, inlet dan outlet, tandon, IPAL atau pengolahan air limbah, bio security, pemeliharaan hutan mangrove untuk green belt termasuk manajemen pengelolaan secara berkelompok jauh lebih mudah dapat dilakukan secara kolektif. Dengan kerja kelompok berbasis kawasan, petambak tidak memikirkan diri sendiri tetapi lebih mengutamakan keberhasilan secara kawasan sehingga tambak yang satu harus memperhatikan juga milik tetangganya”, terang Slamet.

Terorisme Jadi Kejahatan Luar Biasa, BNPT Harap Diplomat Ambil Peran dalam Menanggulanginya

"Budidaya berbasis kawasan juga akan memudahkan dalam memasarkan produk melalui pengaturan waktu penebaran dan panen, ada polanya kapan waktu tebar dan panen secara terus menerus, sehingga pasokan pasar dapat terpenuhi sesuai kuota dan kualitasnya terjamin, ini akan memudahkan pemasarannya. Jika ini terjadi maka yakinlah pembeli yang akan datang kesini", lanjutnya

"Selain itu, pengembangan budidaya berbasis kawasan dengan komoditas andalan selain udang, misalnya kakap putih dan nila salin juga dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyakit guna mengembalikan kualitas tanah dan lingkungan tambak terutama terhadap tambak-tambak idle eks budidaya udang yang kualitasnya sudah menurun akibat penyakit sehingga tambak idle ini kembali produktif dan kegiatan ekonomi masyarakat terus berlanjut", Slamet kembali melanjutkan.

Fahri Hamzah Akan Dirikan Partai Garbi, PKS Sindir, "Bikin Partai Berat"

Pemerintah terangnya, akan terus berupaya untuk melakukan diversifikasi dan memilih berbagai komoditas yang tepat dan potensial dikembangkan di tambak-tambak idle seperti kakap putih sehingga dapat mencegah pengangguran.

 

KKP Dukung Terbangunnya Kawasan Perikanan Budidaya di Wilayah Kerjasama Kabupaten Utara Utara Sulawesi

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata