logo


NU Minta Jatah Kursi, Putri Gus Dur Kritik PBNU, "Sesuai Khitah NU Gak Boleh Berpolitik"

"Saya imbau petinggi NU supaya tidak terjebak pada retorika "

10 Juli 2019 16:03 WIB

Yenny Wahid.
Yenny Wahid. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Putri Presiden keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid mengkritik para petinggi Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) yang meminta jatah menteri kepada capres terpilih, Jokowi.

Ia juga menghimbau agar petinggi PBNU tersebut tidak terjebak terhadap retorika yang menuntut kursi kabinet.

Baca Juga: Minta Rizieq Shihab Pulang Sendiri, Moeldoko: Nggak Bisa Beli Tiket, Baru Gue Beliin


Gerindra Ingin Nilai Tukar Per Dollar AS Rp6.500, Demokrat: Strategi untuk Mengambil Menteri?

Tak Banyak yang Tahu, Bahan Ini Ternyata Bisa Menjadi Pengganti Gula Lho

"Saya imbau petinggi NU supaya tidak terjebak pada retorika seolah-olah kita menuntut kursi kabinet atau sebagainya," jelas Yenny di Monas, Jakarta (10/7).

Ia menjelaskan sesuai khitah NU tidak boleh berpolitik. Di mana PBNU tidak boleh menuntut jatah menteri dan memberikan jarak dengan pemerintah.

"Jadi, NU sesuai khitah tidak boleh berpolitik praktis artinya kita menghindari seolah-olah NU menuntut ada retorika NU menuntut jumlah kursi kabinet alokasi kabinet," sambungnya.

Dikenal Baik, Gula Jagung Ternyata Tidak Boleh Dikonsumsi oleh Penderita Penyakit Ini

Pada kesempatan itu pula, ia meminta capes terpilih Jokowi mendengar aspirasi warga NU. "Kita berharap aspirasi warga NU didengar pemerintah, pasti tentu. Tapi tidak kemudian dengan cara bagi-bagi kursi nuntut kursi seperti itu," pungkasnya.

Jika Demokrat Diterima Jokowi, AHY Bakal Jadi Menteri

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata