logo


Wadah Pegawai KPK Sesalkan Belum Terungkapnya Pelaku Teror Novel Baswedan

Wadah Pegawai KPK sebagai representasi Pegawai KPK memandang ketidakseriusan pengungkapan kasus Novel

9 Juli 2019 19:48 WIB

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (tengah) didampingi Mantan Ketua KPK Abraham Samad (kanan), Wakil Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Harun Al Rasyid (kiri) memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2).
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (tengah) didampingi Mantan Ketua KPK Abraham Samad (kanan), Wakil Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Harun Al Rasyid (kiri) memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wadah Pegawai KPK menyesalkan belum terungkapnya pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap mengatakan kasus Novel harusnya terus dipandang bukan menjadi kasus individu Novel Baswedan tetapi merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan dari penyerangan dan teror terhadap KPK.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Minum Air Putih Terlalu Banyak Ternyata Berbahaya!


Dukung Irjen Ike Edwin Jadi Pimpinan KPK, Jari 98: Miliki Rekam Jejak Mumpumi

Menurutnya, pembiaran penyerangan dan teror terhadap Pegawai, Struktural, maupun Pimpinan KPK, menjadi angin segar bagi berbagai pihak untuk melakukan penyerangan lanjutan terhadap KPK.

“Untuk itu, Wadah Pegawai KPK sebagai representasi Pegawai KPK memandang ketidakseriusan pengungkapan kasus Novel merupakan cerminan komitmen yang lemah terhadap pemberantasan korupsi,” ujar Yudi di Jakarta, Selasa (9/7).

Dia menegaskan pembentukan Tim Pencari Fakta (Tim Satgas Polri) yang dibentuk oleh Kapolri Tito Karnavian belum membuahkan hasil sampai kemarin Ahad (7/7) tepat waktu selesainya Tim Satgas Polri untuk mencari pihak yang bertanggungjawab atas pelaku lapangan maupun pelaku intelektual atas kasus tersebut masih gelap.

Meski Baik, Ternyata Minum Air Putih Banyak dalam Kondisi Ini Tidak Diperbolehkan Lho

“Sampai hari ini masih belum ada pihak yang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus tersebut,” tuturnya.

Dia menambahkan apabila Tim Pencari Fakta (Tim Satgas Polri)  tidak mampu mengungkap atas kasus penyiraman Novel, maka Presiden Joko Widodo (Jokowi) didesak untuk mengambil alih pengungkapan kasus Novel Baswedan dengan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

“TGPF yang bersifat independen serta bertanggungjawab langsung kepada Presiden sebagai bentuk realisasi janji beliau sekaligus komitmen terhadap pemberantasan korupsi,” pungkasnya.

 

Dituntut 5 Tahun Penjara, Jaksa Agung Chuck: Tuhan Tidak Pernah Tidur

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata