logo


Cegah Ideologi Transnasional, Bamsoet: Kuncinya Ada pada Pemberdayaan Keluarga

Bamsoet menyebut kekuatan sebuah bangsa bisa dilihat dari kekuatan masing-masing keluarga

9 Juli 2019 15:33 WIB

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. twitter @DPR_RI

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak pengurus Dharma Wanita di berbagai kementerian dan lembaga untuk ikut andil dalam pencegahan masuknya ideologi transnasional yang tidak sejalan dengan nafas bangsa Indonesia.

Pasalnya dari survei Alvara Research yang dilakukan 10 September sampai 5 Oktober 2017 di 6 kota yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri menyebut ada 19,4% Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia tidak setuju dengan ideologi Pancasila.

"Bahkan menurut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, 3% personel TNI telah terpapar radikalisme. Tak hanya itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merilis 2 juta karyawan BUMN berpotensi terpapar radikalisme,” ujar Bamsoet dalam siaran pers yang diterima Jitunews.com, Selasa (8/7).


Ketua Komisi XI Mendadak Dicopot, Nofel: Gak Bisa Semena-mena Hanya Dasar Suka, Gak Suka

“Setara Institute juga melaporkan 10 perguruan tinggi negeri (PTN) juga terpapar radikalisme. Situasi yang sangat mengkhawatirkan ini perlu ditanggulangi agar jumlahnya tak semakin membesar. Kuncinya, ada pada pemberdayaan keluarga dimana perempuan adalah tiang pondasinya," imbuhnya.

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, kekuatan sebuah bangsa bisa dilihat dari kekuatan masing-masing keluarga.

Jelang Hari Pajak 14 Juli, Bamsoet Dorong Dirjen Pajak untuk Reformasi Perpajakan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata