logo


Gerindra Ingin Nilai Tukar Per Dollar AS Rp6.500, Demokrat: Strategi untuk Mengambil Menteri?

Fraksi Gerindra menginginkan agar nilai tukar rupiah pada 2020 bisa kembali ke Rp6.500 per dollar AS.

9 Juli 2019 11:31 WIB

Tim Komunikasi SBY, Ferdinand Hutahaean
Tim Komunikasi SBY, Ferdinand Hutahaean Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Fraksi Gerindra menginginkan agar nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada 2020 bisa kembali ke Rp6.500 per dollar AS.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Ferdinan mempertanyakan apakah keinginan Gerindra tersebut adalah strategi untuk duduk di kursi menteri bidan perekonomian.

"Apakah ini salah satu strategi untuk mengambil menteri bidang perekonomian?" ujar Ferdinand seperti dikutip Jitunews dari akun Twitternya @FerdinandHaean2, Selasa (9/7).


PPP Pertanyakan Penolakan Fadli Zon soal Rekonsiliasi Cerminkan Sikap Gerindra

Sebelumnya, Fraksi Gerindra memberikan catatan kepada pemerintah dalam rapat kerja Badan Anggaran DPR RI. Gerindra ingin nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada 2020 bisa kembali ke level Rp 6.500 per dollar AS.

Baca juga : Suami Perkosa Istri? Kok Bisa?

Fraksi Gerindra menginginkan nilai tukar rupiah bisa menguat signifikan seperti di era Presiden Habibie, di mana kurs bergerak menguat dari Rp 16.600 per dollar AS menjadi Rp 6.500 per dollar AS

"Fraksi Partai Gerindra meminta Pemerintah untuk menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat seperti masa kepemimpinan Presiden Habibie, di mana kurs dapat berubah dari Rp16.600 per satu dollar AS, menjadi Rp6.500 per satu dollar AS," ujar Anggota Banggar DPR Johny Kenedy Aziz  saat melakukan rapat kerja dengan pemerintah di ruang Banggar DPR, Senin (8/7/2019)

Fadli Zon Tolak Rekonsiliasi, Demokrat: Karena Negosiasi Belum Rampung?

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata