logo


Jelang Hari Pajak 14 Juli, Bamsoet Dorong Dirjen Pajak untuk Reformasi Perpajakan

"Karena masyarakat malas lantaran prosedur yang berbelit ataupun isian formulir yang menggunung"

9 Juli 2019 10:21 WIB

Bambang Soesatyo.
Bambang Soesatyo. twitter @DPR_RI

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendorong Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus melakukan reformasi perpajakan, sehingga para wajib pajak bisa mudah membayar pajak.

Menurutnya menjelang perayaan Hari Pajak tanggal 14 Juli mendatang, wajib pajak seharusnya tidak perlu dipusingkan dengan berbagai isian formulir maupun prosedur yang berbelit.

Baca Juga: Hendrawan Supratikno Berharap Pimpinan MPR Kedepan Bisa Menyusun Haluan Negara


Didorong Jadi Ketum Golkar, Bamsoet: Jujur, Saya Belum Berpikir ke Arah Sana

"Masih rendahnya tingkat kesadaran pajak bukan hanya disebabkan karena ketidakpatuhan semata. Tidak jarang juga karena masyarakat malas lantaran prosedur yang berbelit ataupun isian formulir yang menggunung,” ujar Bamsoet saat menerima perwakilan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan pengurus Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (8/7).

“Revolusi Industri 4.0 seharusnya bisa membuat kementerian/lembaga menerapkan paperless. Inovasi melalui teknologi informasi seharusnya juga bisa membuat pelayanan pajak menjadi mudah dan cepat," imbuhnya.

Politisi Partai Golkar ini juga meminta IKPI membantu DJP dalam menumbuhkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak.

Persoalkan Surat Izin Perpanjangan FPI, Mendagri Bilang, "Saya Gak Mau Ada Jebakan"

Menurutnya dengan demikian bisa membantu negara dalam melaksanakan pembangunan nasional.

"Selain sumber pajak yang sudah ditetapkan dalam undang-undang, kini dunia sedang mempersiapkan pajak bagi ekonomi digital, sebagaimana mengemuka dalam pertemuan pejabat keuangan dan moneter G-20. Indonesia sudah menjadi contoh sukses menagih pajak dari Facebook hingga Google,” kata Bamsoet.

“Masih banyak platform digital lainnya yang belum bisa disentuh lantaran aturan hukum internasionalnya belum memadai," pungkasnya.

Didukung Jadi Ketum Golkar, Bamsoet: Waktunya Mempersiapkan Alih Generasi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata