logo


Rocky Gerung Kritik MK, Ruhut Sitompul: Dia "Menggerung" Karena...

Rocky Gerung menganggap masalah pilpres belum tuntas.

7 Juli 2019 07:49 WIB

Ahli Filsafat Rocky Gerung Menilai Bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) Hanya Membuat Keputusan Secara Legal, Bukan Secara Benar
Ahli Filsafat Rocky Gerung Menilai Bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) Hanya Membuat Keputusan Secara Legal, Bukan Secara Benar
dibaca 311 x

Ahli filsafat Rocky Gerung lagi-lagi memberikan kritik terhadap perangkat negara. Kali ini, kritik Rocky ditujukan pada Mahkamah Konstitusi (MK).

Kritik tersebut dilontarkan Rocky dalam acara "Indonesia Lawyers Club" edisi Selasa (2/7) yang mengangkat tema "Setelah Vonis MK: Seperti Apa Wajah Demokrasi Kita?".

Dalam acara tersebut, Rocky mengungkapkan bahwa ada hal yang tidak tuntas di dalam ruang sidang MK yang telah memenangkan paslon Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Ketidaktuntasan ini lantas juga dirasakan oleh publik.


Demokrat: Kasihan Prabowo Dijadikan Mainan oleh Pihak Lain

"Terlihat bahwa ada yang tidak tuntas di dalam ruang sidang Mahkamah Konstitusi. Ketidaktuntasan itu spill over ke masyarakat," tutur Rocky dalam acara yang dipandu oleh Karni Ilyas tersebut.

"Jadi bukan dua lawyers ini yang masih kesal, atau mengintip argumen baru untuk membuktikan bahwa Anda kalah, Anda menang. Di publik juga hal itu terjadi," lanut Rocky.

Selain itu, Rocky juga menilai bahwa kubu Jokowi lah yang kini merasa gugup lantaran menanti terjadinya rekonsiliasi dengan kubu Prabowo Subianto. Sementara Prabowo sendiri justru menanggapi putusan MK tersebut dengan santai.

Oleh sebab itu, Rocky menilai bahwa meski Jokowi telah memenangkan Pilpres 2019 secara legal, namun legitimasi justru berada di tangan Prabowo. Ia juga menilai bahwa MK hanya membuat keputusan secara legal, bukan secara benar.

"Kita dibuat macet berpikir karena orang bertahan pada argumen bahwa MK sudah memutuskan secara benar. Bukan secara benar, secara legal itu. Karena yang diajukan ke MK bukan sekadar problem legal, tapi problem etis," terang Rocky.

"Ada gangguan ketidakadilan, masuk ke MK. Mahkamah bilang, 'Kami tak bisa periksa moral claim Anda karena kami dibatasi oleh UU. Hanya boleh menghitung, peralatan kami bukan akal, melainkan kalkulator'. Jadi kalkulatornya habis baterai dalam 12 hari, selesai," jelasnya.

Menanggapi kritik Rocky, anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ruhut Sitompul membalas. Melalui cuitan di akun Twitter pribadinya, Ruhut menyebut Rocky "menggerung" lantaran jagoannya, Prabowo-Sandiaga Uno kalah mutlak di MK.

"Rocky menggerung-gerung karena jagonya Prabowo-Sandi kalah Mutlak/Tebal dgn mengkritisi MK tapi Dia tdk ta’u Apa itu MK sudah sama dgn BW dkk Tim Lawyer ha ha ha," cuit Ruhut pada Rabu (3/7).

"Siapa kalian dibandingkan dgn 9 Hakim MK yg sgt Profesional & Karni kena batunya digerung Anak yg Dia besarkan MERDEKA."

sumber Instagram @RuhutSitompul

Banyak warganet yang lantas meninggalkan komentar di cuitan Ruhut. Sebagian warganet pun merasa setuju dengan Ruhut.

"Rocky Gerung merasa dia manusia paling sempurna di Indonesia. Padahal di hadapan Allah SWT Umat Manusia tak ada yang sempurna," tulis akun @Ed***20. "Gerung ideologis nya tukang puisi berandai paling buruk," komentar akun @Sh***na. "Dulu sangat menghormatk @karniilyas, kok lama lama makin......sudah lah," timpal akun @TN***01.

Ditulis oleh: Gheny Amalia Safitri

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Usulan Dahnil Soal Rekonsiliasi untuk Pulangkan HRS Didukung Gerindra

Halaman: 
Admin : De Sukmono