logo


Masuk Masa Bangkit, Geologi AS Sebut Wilayah Indonesia Ini Berpotensi Gempa Minimal 9 Magnitudo

Dampaknya, akan muncul tsunami yang dapat meghantam tiga hingga empat kilometer dari bibir pantai

5 Juli 2019 15:38 WIB

Ilustrasi Gempa (sumber : pacitanku)
Ilustrasi Gempa (sumber : pacitanku)

LOMBOK, JITUNEWS.COM - Ahli Geologi dan Tektonik dari Amerika Serikat, Prof Rolland A. Haris mengemukakan salah satu wilayah Indonesia, yakni Lombok bagian selatan berpotensi alami gempa bumi dengan kekuatan minimal 9 Magnitudo.

Dari gempa tersebut, efeknya akan muncul tsunami yang dapat meghantam tiga hingga empat kilometer dari bibir pantai.

Baca Juga: Meski Banyak yang Meragukan, Subscriber Atta Halilintar Geser Posisi Chris Brown Hingga Adele


Setelah Gempa Mengguncang Lombok dan Banjir Menerjang Jayapura, Ustaz Yusuf Mansur Ajak Lakukan...

Jadi Wakil Indonesia di Forum International, Nono Sampono: Ini Sangat Penting Bagi Perlemen

"Minimal 9 magnitudo karena potensinya berasal dari palung Jawa, tapi untuk lokasinya kita enggak tahu spesifiknya dari Lombok atau Jawa bagian timur, tapi Lombok akan terdampak juga kalau terjadi tsunami," ucap Rolland saat memberi sosialisasi kegempaan di Universitas Nahdlatul Ulama NTB, Mataram, Lombok.

Lebih lanjut, ia mengatakan terjadi tumpukan lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia di selatan Lombok. Di mana lempeng tersebut terbentang dari Sumatera hingga Sumba.

Dan zona tersebut kini masuk dalam fase bangkit, tetapi ia juga tidak mengetahui pasti kapan akan terjadnya gempa bumi tersebut.

"Ada siklus tidur dan bangkit, sebenarnya sudah masuk bangkit, cuma memang kapan terjadinya semua tidak tahu," imbuhnya.

Dituntut 5 Tahun Penjara, Jaksa Agung Chuck: Tuhan Tidak Pernah Tidur

"Kita menemukan endapan tsunami. Tidak cukup dikatakan siklus 500 tahunan, tapi berdasarkan data 500 tahun lalu belum pernah lagi terjadi tsunami di kawasan Jawa Timur, Bali, Lombok, Sumba, jadi berdasarkan data itu siklusnya kurang lebih 500 tahun sekali," ujarnya.

Ia juga mengatakan kekuatan gempa tersebut maksimal 9,5 magnitudo. Dan ia memprediksi ibu kota NTB, Mataram akan terdampak tsunami dengan radius mencapai maksimal 2 kilometer.

Rotasi Bumi Mulai Melambat, Peneliti Ungkap Ada Potensi Gempa Besar Hingga 7 Kali Lipat

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata