logo


Jadi Wakil Indonesia di Forum International, Nono Sampono: Ini Sangat Penting Bagi Perlemen

"Pertemuan ini sangat penting bagi perlemen berbagai negara dari di belahan dunia khususnya parlemen Asia, Eropa dan Afrika"

5 Juli 2019 00:15 WIB

Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono
Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono mengapresiasi acara ‘The second International Forum Development of Parlementism’ yang diselenggarakan di Moskow, Rusia.

Dia mengaku sangat berterimakasih atas undangan kepada rombongan DPD RI sebagai wakil dari Indonesia di dalam forum yang dihadiri delegasi dari 132 negara dengan 800 anggota parlemen.

Baca Juga: Resmi Ditahan 5 Tahun Penjara, Jaksa Agung Chuck: Tuhan Tidak Pernah Tidur


Wakil Ketua DPD RI Apresiasi Kehadiran MRT di Jakarta

"Pertemuan ini sangat penting bagi perlemen berbagai negara dari di belahan dunia khususnya parlemen Asia, Eropa dan Afrika dalam membahas berbagai isu-isu strategis dan berbagai tantangan global," ujar Nono di dalam siaran pers yang diterima Jitunews.com, Kamis (4/7).

Menurutnya, ditengah upaya masing-masing negara yang sedang berjuang dalam memperjuangkan kepentingan nasionalnya demi kemajuan dan kesejahteraannya, kita juga memiliki kewajiban kolektif secara bersama-sama dalam menciptakan kawasan bahkan dunia yang stabil, aman dan damai."

Nono mengatakan dunia saat ini sedang dihadapkan kepada berbagai tantangan, yaitu ketegangan politik, konflik sipil bahkan militer, kekerasan dalam demokrasi, pelanggaran hak azasi manusia, krisis ekonomi dan keuangan, ancaman katahanan pangan dan energi, bencana alam dan kerusakan lingkungan hidup, kesenjangan dan kemiskinan masih merajalela sampai dengan ancaman terorisme.

IMF 2019, Sajikan Tarian Berumur 400 Tahun Hingga Tarian Tutup Mata

“Adalah tepat bila parlemen negara-negara dunia untuk ikut andil dalam menyelesaikan sekaligus mencari solusi terhadap persoalan-persoalan tersebut diatas,” tuturnya.

Dia menambahkan parlemen bukan hanya representasi dari masyarakat sebuah negara semata tetapi juga representasi masyarakat dunia. Hubungan antar perlemen dapat memberi kontribusi antar negara dengan membuat saluran dialog yang dipandu oleh prinsip kesetaraan, keterbukaan, solidaritas, saling membantu dan saling menguntungkan kerjasama dalam dialog internasional.

Jangan Asal Konsumsi Pisang, Ini Aturan yang Benar

"Secara kelembagaan parlemen adalah kekuatan untuk memberikan dukungan politik serta menciptakan payung-payung hukum terhadap implementasi baik untuk kepentingan sebuah negara maupun kepentingan dunia. Khususnya untuk ancaman terorisme yang awalnya hanya bersifat lokal dan memeperjuangkan ideologi semata kemudian berkembang meningkat menjadi ingin merebut serta mengambil alih kekuasaan dari sebuah negara bahkan mengancam kehidupan manusia secara universal," paparnya.

Deklarasi PBB No. 1368 dan 1373 sebagai landasan hukum mewajibkan 189 negara anggota untuk memerangi dan mengakhiri aksi teroris, pihak yang membantu serta membawa para pelaku untuk diadili.

"Dengan demikian, kita dapat saling membangun kerjasama global untuk mengatasi ancaman terorisme tersebut. Namun hubungan internasional hendaknya harus didasarkan pada prinsip dialog, kerjasama, menghormati hukum internasional itu sendiri, menghormati kedaulatan negara dan non interfensi dalam urusan internasional serta memenuhi kepentingan pembangunan berkelanjutan untuk masyarakat sehingga memperkuat hubungan parlemen untuk mengembangkan kerjasama multi-vekro dan mempromosikan kepentingan umum dan nilai di arena internasional," tuturnya.

12 Ribu Kali Lebih Mematikan dari Bisa Ular, Tak Disangka, Tanaman Ini Paling Beracun di Dunia

Disamping itu, kata Nono, perlu adanya kebijakan imbang dalam penciptaan stabilitas keamanan (security) disatu sisi, dan kesejahteraan di sisi lain termasuk penghormatan kepada HAM.  

"Sebagai penutup, saya ingin meyakinkan bahwa Indonesia akan tidak pernah lelah dan berhenti mengembangkan kohesi yang lebih kuat atas dasar kepentingan bersama untuk menghadapi berbagai isu dan tantangan global yang kita hadapi bersama," tukasnya.

DPD Ingin Ada Regulasi yang Atur Jam Kerja Sopir Transportasi Online

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata