logo


IMF 2019, Satukan Keragaman Budaya Melalui Topeng

IMF 2019 kali ini bertema "Soul of the Mask".

4 Juli 2019 21:19 WIB

IMF Solo 2019
IMF Solo 2019 Istimewa

SURAKARTA, JITUNEWS.COMInternational Mask Festival (IMF) merupakan acara tahunan berskala internasional yang mengusung konsep pertunjukan seni topeng dan pameran kerajinan topeng.

IMF menyatukan keragaman budaya dunia dengan menghadirkan seniman topeng dari Indonesia dan mancanegara untuk menampilkan karya seni topeng mereka pada satu panggung.

IMF 2019 merupakan tahun ke-6 penyelenggaraan acara. IMF 2019 yang bertema "Soul of the Mask" berlangsung selama dua hari, yaitu Jumat (5/7) dan Sabtu (6/7) di Pendapi Gedhe Balaikota Surakarta.


Ceritakan Aktivitasnya Hari Ini, Jokowi: Saya dan Ibu Negara...

Budayawan, mahasiswa, pecinta topeng, dan masyarakat umum berkesempatan meningkatkan pengetahuan keragaman budaya Indonesia dan dunia dengan menghadiri dan menyaksikan pertunjukan topeng dan pameran topeng pada IMF 2019.

Ketua Penyelenggara IMF 2019 Solo, R.Ay. Irawati Kusumorasri saat Konferensi Pers pada Kamis (4/6/2019) di Pendapi Gedhe Balaikota Surakarta menuturkan, “IMF menjadikan topeng sebagai diplomasi budaya domestik dan internasional. Penampil dari Indonesia dan mancanegara menyajikan keragaman budaya melalui pertunjukan topeng dalam satu panggung. Diharapkan keragaman budaya dunia dalam satu pertunjukan tari topeng bisa mendorong kedekatan antar satu kota dengan kota lain di dunia.”

Harapan Ketua Penyelenggara IMF 2019 terwujud dengan kehadiran Senior Tourism Operations Officer, Sandra Ruth M.E.F., dan Project Development Officer II, Danielle Isabelle F. Sycip dari Kota Bocolod, Filipina yang turut menghadiri dan memberi sambutan pada IMF 2019. Hal ini bisa menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan baik antar kota yang mengangkat topeng sebagai sarana diplomasi budaya.

Selain kehadiran perwakilan delegasi mancanegara, hubungan baik melalui topeng juga telah terjalin dengan Yogyakarta dan Malang yang turut serta menggelar IMF. Penyelenggara IMF Solo bekerjasama dengan komunitas Museum Ullen Sentalu (Yogyakarta) dan Museum Topeng Panji (Malang).

Semarak Candrakirana dan Singo Yogo, Solo adalah penampil tari topeng pertama pada IMF 2019 yang mengangkat tema berdirinya Kerajaan Singo Barong di Alas Lodoyo. Tari topeng ini merupakan ulasan perjalanan Klono Sewandono untuk mempersunting Dewi Songgolangit dari Kerajaan Kediri.

Nur Anani M Irman yang dikenal dengan nama Nani Topeng Losari dari Sanggar Purwa Kencana, Cirebon menampilkan Topeng Losari yang mengedepankan penokohan dari Cerita Panji. Nani Topeng Losari merupakan cucu dari Maestro Ibu Dewi Sawitri, dalang generasi ke enam dari trah Topeng Losari.

Penampil IMF 2019 lainnya pada hari pertama yaitu Tedjo Dances, Solo yang menampilkan Tari Bapangku; Sanggar Seni Wijaya Kusuma, Cirebon yang menampilkan Tari Topeng 5 Wanda dan Tari Fragmen; serta Independent Expression, Solo yang menampilkan tari topeng bertema I’m Ayam oleh Boby Ari Setiawan.

Pada hari kedua, IMF menghadirkan Ngesti Budoyo, Gubung Kidul dengan pertunjukan bertema Klono Sewandono Ndusto; Anton Lambert & Wito Geerts, Belgia dengan pertunjukan bertema Accepting Kelana; Sanggar Handayani, Kebumen dengan menampilkan Tari Topeng Cepetan; Sanggar Seni Wijaya Kusuma, Cirebon yang menampilkan Tari Fragmen Jingga Ano vs Tumenggung; dan Tedjo Dances, Solo yang menampilkan Tari Bapang. Penutupan IMF 2019 yaitu menari bersama Goyang Maria Mariana.

Jokowi Bahas Toilet, Netizen Balas, "Wajah Indonesia Jadi Tercoreng Jelek!"

Halaman: 
Penulis : De Sukmono