logo


Perang Dingin Cina dan AS Tak Berpengaruh di Industri Cip

Dibalik perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina, ternyata dampaknya tak terlalu berpengaruh pada industri semikonduktor (chipset).

4 Juli 2019 17:51 WIB

AMD Ryzen 9 3950X
AMD Ryzen 9 3950X PCGamesN

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dibalik perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina, ternyata dampaknya tak terlalu berpengaruh pada industri semikonduktor (chipset). Hal ini diungkap Ajit Manocha, CEO asosiasi industri cip, Semi.

Perang dua negara adidaya itu memang berpengaruh terhadap ekonomi dunia, ini yang menjadi alasan kecil dibalik perlambatan yang terjadi di industri semikonduktor, jelas Ajit kepada CNBC pada Forum Ekonomi Dunia di Dalian China, Senin (1/7).

Baca juga: Rilis Bulan Ini, Asus ROG Phone 2 Punya Fitur Unggulan


Penting! Sandiaga Uno Imbau Generasi Milenial Lakukan 3 Hal Ini!

AS dan China telah terlibat dalam sengketa perdagangan selama lebih dari satu tahun. Perang dagang ini membuat bea masuk sangat tinggi terhadap produk impor dari kedua negara. Perang keduanya telah menimbulkan kekhawatiran berpengaruh pada ekonomi global.

Meski demikian, Manocha menyebut prospek untuk industri semikonduktor sepertinya tidak terpengaruh perang dingin ini.

"Tarif tidak membuat industri melambat," jelasnya. Meski ia mengakui bahwa 2019 bukan tahun yang baik untuk sektor tersebut. Sebab, banyak pabrik yang kelebihan kapasitas.

"Sebagian besar pelemahan yang terjadi hari ini akibat (meningkatnya)harga memori [...] Kemungkinan industri akan menanjak lagi pada awal 2020," tambahnya.

Ia menyebut kecerdasan buatan bakal makin marak sebagai standar baru di era 5G, peralatan medis cerdas, dan komputasi kuantum.

"Semua perangkat ini banyak memakai cip silikon," jelasnya.

Manocha memperingatkan jika AS terus menargetkan China, raksasa Asia itu tetap bisa berbisnis dengan negara lain.

Summber: CNNIndonesia

Rilis Bulan Ini, Asus ROG Phone 2 Punya Fitur Unggulan

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu